The Nurdayat Foundation


Awal Permulaan Mataram 11: Saran Sunan Kali Jaga
Jumat, 16 Desember 2011, 3:46 pm
Filed under: Sejarah

Panembahan Senapati tiga hari tiga malam tinggal di Laut Kidul, selalu berkasih-kasihan dengan Rara Kidul. Di sana setiap hari diberi petunjuk tentang ilmu orang menjadi raja yang memimpin manusia, jin dan peri. Senapati berkata, “Ni mas, terima kasih atas segala ajaranmu. Saya yakin jika kelak ada musuh, Ni Mas akan membantu, tetapi siapa yang akan aku utus memberi tahu?” Baca lebih lanjut



Awal Permulaan Mataram 10: Senapati Bertemu Nyai Rara Kidul
Minggu, 4 Desember 2011, 5:50 pm
Filed under: Sejarah

Alkisah menurut yang empunya cerita, di Laut Kidul ada yang menjadi ratu di sana, raja putri nan cantik jelita tanpa tanding. Seluruh jagad tak ada yang menyamai, namanya Rara Kidul. Ia menguasai seluruh makhluk halus di Jawa. Waktu itu Rara Kidul baru di dalam istana, istirahat di tempat tidur (kanthil) emas, berhiaskan intan, berlian dan batu mulia lainnya, dilayani para jin, setan, peri prahyangan. Baca lebih lanjut



Awal Permulaan Mataram 09: Dijatuhi Bintang di Lipura
Senin, 21 November 2011, 3:15 pm
Filed under: Sejarah

Kemudian pada waktu tengah malam, Senapati pergi dikawal lima orang menuju Lipura. Di situ ada batu besar halus, bagus warnanya. Senapati lalu tidur di atas batu itu.

Di tempat lain Ki Juru Martani meski sudah dini hari belum ingin tidur, lalu pergi ke pura Mataram. Ia berniat bertemu dengan Senapati. Setelah sampai di pintu gerbang bertanya kepada penjaga, “Penjaga, apakah Senapati masih terjaga?”

Jawab penjaga, “Kyai Juru, selesai pesta tadi siang; setelah matahari tenggelam, berganti terang bulan; Panembahan lalu pergi. Entah ke mana tujuannya.” Baca lebih lanjut



Awal Permulaan Mataram 08: Menjamu Mantri Pajak Kedu-Bagelen dan Percobaan Ki Bocor
Sabtu, 19 November 2011, 12:53 pm
Filed under: Sejarah

Waktu itu mantri pajak di daerah Kedu dan Bagelen mau masuk sowan ke Sultan Pajang untuk menyerahkan upeti, melewati wilayah Mataram. Di sana mereka dihentikan oleh Senapati, disambut dan dielu-elukan secara terhormat dan diajak berpesta-pesta makan, minum-minuman keras, serta dianggap sebagai saudara atau orangtua sendiri. Para mantri pajak itu sangat senang. Para selir Senapati disuruh menghibur dengan tari-tarian, disuruh melayani, membedaki dan menyuntingkan bunga kepada para mantri tersebut. Para mantri semakin merasa berhutang budi kepada Senapati. Lalu mereka berjanji sewaktu-waktu Senapati mendapat musuh, para mantri siap untuk membantu sebagai balas budi atas kebaikan Senapati. Mereka siap mengorbankan jiwa raganya. Baca lebih lanjut



Awal Permulaan Mataram 07: Kritik Ki Juru Martani
Jumat, 18 November 2011, 11:24 pm
Filed under: Sejarah

Inilah cerita di rumah Senopati. Saat itu ia sedang duduk berdua dengan Ki Juru Martani. Ki Juru berkata, “Senopati, bagaimana kehendakmu? Engkau dipanggil Kanjeng Sultan, Tidak mau datang sowan. Kanjeng Sultan pasti murka. Tidak urung, engkau akan bermusuhan dengan Kanjeng Sultan. Jika hal itu sampai terjadi apakah andalanmu? Balamu cuma sedikit.” Baca lebih lanjut



Awal Permulaan Mataram 06: Senopati Enggan Menghadap
Sabtu, 12 November 2011, 9:19 am
Filed under: Sejarah

Mataram semakin bertambah penduduknya dalam kehidupan yang serba mewah. Tempat itu semakin ramai pula.  Senopati sungguh mulia hidupnya. Ia lalu memerintah kepada penduduk untuk mencetak batu bata guna membentengi kota.

Kala itu sudah lebih satu tahun lamanya Senopati belum juga menghadap ke Pajang. Ki Juru Martani selalu menyuruh sowan. Tetapi dijawab kelak saja kalau Kanjeng Sultan sudah utusan memanggil baru akan menghadap.

Baca lebih lanjut



Awal Permulaan Mataram 05: Ki Ageng Pamanahan Wafat
Rabu, 6 Juli 2011, 3:55 pm
Filed under: Sejarah

Tersebutlah cerita, pada suatu ketika Ki Ageng Mataram (= Ki Ageng Pamanahan) sedang duduk dihadap oleh putra dan kerabatnya. “Anakku dan sanak-saudaraku semua, berhubung aku diramal oleh Sunan Giri, bahwa anak-turunku kelak akan berkuasa di tanah Jawa, pesan saya, kelak jika kalian merebut wilayah Bang Wetan, pilihlah hari Jumuah Paing, bulan Muharam. Ingatlah ini selalu. Apabila kedatangan musuh, jika kalian menghadang musuh itu jangan sampai melewati Gunung Kendeng, sebab akan kalah perangmu. Selanjutnya kelak, jika mengangkat bupati pilihlah dari keturunan kerabat Mataram sebab mereka telah ikut prihatin, ikut andil membangun Mataram. Jangan sekali-kali memilih orang di luar keturunan Mataram.” Baca lebih lanjut




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.