Assalaamu ‘alaikum wr. wb.
Saya bersyukur dilahirkan, tinggal dan hidup di negeri Indonesia. Bila sekilas saja kita memegang globe (tiruan bulatan bola bumi) itu, saya sering takjub melihat betapa negeri ini seakan seperti sengaja ditaruh Tuhan Allah swt untuk diletakkan di situ sebagai penghias bumi. Alam negeri kita, budayanya, adalah laksana untaian jamrud di khatulistiwa. Dan yang paling kita cintai adalah sejarah perjuangan bangsa ini untuk terus dapat bertahan dengan keberadaannya. Bagaimanakah masa depan anak-cucu kita nanti di negeri ini ?
Beragam adat, budaya, kepercayaan; telah ada sejak jaman leluhur-leluhur kita atau masa sesudahnya, dan masih berkembang hingga kini. Jalannya sejarah-lah yang telah dan akan membawa itu semua. Saatnya kini yang dapat saya buat adalah melakukan sesuatu; berpikir dan berbuat untuk memberikan kontribusi bagi kemanusiaan dan peradaban kemanusiaan, di negeri ini, juga sebagai bagian penduduk bumi.
Bukanlah yang saya maksud itu adalah perbuatan-perbuatan besar, namun kita mulai dengan mensyukuri hal-hal kecil yang ada di sekitar kita. Dan untuk mensyukuri dan menampilkan hal-hal mulai dari yang kecil itulah buat blog ini dibuat.
Untuk mensyukuri, merenungi, memikirkan, menampilkan pemikiran dan pandangan; tentang hal-hal kecil; yang berkait dengan kontribusi SAYA DI SINI bagi mempertahankan martabat kemanusiaan umumnya dan perkembangan peradaban kemanusiaan di negeri ini, juga dunia. Begitulah maksudnya, saya menulis di blog ini.
(Wassalaamu ‘alaikum wr. wb.)
Arti Foundation
Foundation =
1. Something upon which another is built : base, basis, bottom, cornerstone, footing, fundament, ground, groundwork, infrastructure, seat, substratum, substructure, underpinning, basement, cellar, understructure, pedestal.
2. A fact or circumstance lending logical support : proof, basis, case, evidence, ground, justification, rationale, reason.
3. Plan made to prepare for some undertaking : preparation, arrangement, groundwork, measure, provision, spadework.***
Jadi, Foundation di sini bukan hanya semata berarti Yayasan.
***Excerpted from American Heritage Talking Dictionary. Copyright © 1997 The Learning Company, Inc.
Kisah di Balik Nurdayat dan ‘Foundation’-nya
Blog ini dibuat oleh Nurdayat, seorang (warga negara) Indonesia, dan tinggal di Indonesia. Sesungguhnya kemampuannya sangat terbatas dalam ilmu IT (soal IT hampir nol besar ia tidak tahu apa-apa sama sekali), ataupun mungkin juga segala ilmu yang lain (Nyatanya ia juga belum menguasai ilmu perdukunan dan santet). Tapi ia memiliki kemauan untuk belajar; tidak mau ketinggalan oleh perkembangan jaman.
Ia tinggal di desa pelosok. Positifnya, itu menjadikannya dapat terus mengenali dan merasakan denyut nadi dan detak jantung kehidupan penduduk orang-orang sederhana di pelosok.
Untuk mengakses internet sesungguhnya ia memang kesulitan. Ia tidak punya dan belum mampu membeli perangkat komunikasi-informasi digital yang canggih. Itu jauh di luar batas kemampuan kantongnya. Tempat tinggalnya terletak jauh di pelosok. Untung saja desa tempat tinggalnya kini sudah dimasuki listrik dari PLN, meski sering juga mengalami pemadaman tanpa alasan yang jelas. Jaringan telpon tidak (belum?) masuk ke tempat tinggalnya. Yang ia punyai hanyalah seperangkat komputer keluaran jaman dulu, yang dapat digunakannya untuk mengetik dan sedikit mengolah gambar untuk tampilan blog.
Warung internet (warnet) pun jauh. Maka untuk mengakses internet ia harus berangkat ke warnet dengan naik motor bututnya berkilo-kilometer. Meski berangkat dari latar-belakang seperti itu, ia tidak merasa rendah diri untuk mempelajari internet ini.
Ia yakin serbuan ‘pisau’ teknologi internet itu bukanlah harus dihindari, karena ia yakin internet itu akan lebih berguna nanti. Maka ia malah nekat masuk ke ‘hujan pisau’ itu. Sekali-dua dalam seminggu ia pamit kepada isterinya untuk pergi ke kota, keluar sejenak dari lingkungan gubug mereka yang teduh asri namun misterius di pinggir sungai tepi jurang dekat makam dusun tempat tinggalnya itu. Sesekali juga, istrinya diajaknya sekalian mampir ke warnet dari mengantar pergi belanja ke pasar kota. Ia senang istrinya dapat memahami perbuatannya.
Lebih dari sekedar ingin belajar, ia punya mimpi memiliki usaha yayasan yang bertumpu pada penggunaan internet untuk memperlancar pengembangan kehidupan perekonomiannya. Ia berharap suatu saat nanti jaringan telpon juga akan masuk ke desanya.
Sejak Juni 2009 ia membantu mengelola usaha warnet yang dimodali oleh temannya, maka sekaligus ia juga banyak menungguinya. Jarak warnet yang dibuka temannya itu 13,5 km dari rumahnya; namun ia sangat senang dapat bergabung dengan usaha temannya itu; sehingga ia dapat turut banyak belajar sekaligus mencari nafkah dari itu. Ia memberanikan diri untuk mulai saat itu juga mengembangkan usaha bersamanya itu. Selanjutnya ia bercita-cita membuat semacam yayasan dan maka dari itu sudah dilengkapilah itu beberapa waktu sebelumnya dengan dibuatnya blog ini, dan dinamakannya:
The Nurdayat Foundation !
(selanjutnya Anda sekalian dapat menebak sendiri mana cerita saya di atas yang benar, dan mana pula yang sekedar bohongan mengada-ada.)
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>










sipp,maju terus blogger endonesa…
lam kenal ya boss,
Kang Nur:
Komentar oleh lahapasi Jumat, 22 Februari 2008 @ 6:53 pmma kasih.
saya mau belajar dr blogger2 lain yg sudah lebih pinter.
kontaknya saya tunggu terus.
Komentar oleh bibomedia.com Sabtu, 8 Maret 2008 @ 10:31 amTak kami sangka, bisa menemukan warung kopi di daerah pelosok ini. Ada yang kami yakini, warung di tempat semacam ini tentu menyediakan kopi asli yang beraroma nikmat, penuh hikmah dan ilmu, bukan kopi campuran jagung yang ditemukan di kota-kota.
Salam Kenal Pak
Komentar oleh Tukang Nongkrong Rabu, 12 Maret 2008 @ 12:41 amMaju terus Mas..Jangan sungkan menulis dengan “keyakinan” dan “tuntas serta ikhlas”…
Kang Nur:
Komentar oleh Mas Kopdang Selasa, 29 April 2008 @ 12:47 pmWah, matur nuwun Kangmas Kopdang atas support-nya.
makasih dah berkunjung Kang Nur. Peniron sama pelosoknya dg deso Kang Nur. bahkan mungkin lbh pelosok lg. Artikel yg hiperbola itu utk menyemangati diri sendiri kang, dan juga (mudah2an) temen2 Peniron lain. Salam Kang. Bagi ilmunya ya..
Komentar oleh harie Jumat, 2 Mei 2008 @ 3:33 pmmaju terusss, teruss maju,,,
Komentar oleh yellashakti Minggu, 11 Mei 2008 @ 7:35 pmKang Nur: terimakasih
Salam kenal…
Assalaamu’alaikum Wr.Wb.
*Kader IMM UGM*
Kang Nur:
Komentar oleh Zulfi Kamis, 15 Mei 2008 @ 1:16 pm‘Alaikum salaam
orang Kamandiyah juga
Still donno who you are..Where u come from..
Tapi see how you describe yourself..I can guarantee..that someday..A lot of people will know you more…Termasuk juga aku..
Semangat ya pak..Thx for the comment
Kang Nur:
Komentar oleh sangindra Kamis, 15 Mei 2008 @ 9:00 pmWah, matur nuwun Dik. Sama-sama, ya?
Assalamu`alaikum wrb.
nderek nepangaken, kulo saking Turi Amron Dj. Mas mohon saran dan nasehat2nya. Saya masih pemula juga di dunia weblog dan amm sleman.
Nuwun, http://www.kuncupmuda.blogspot.com
Kang Nur:
Kalo soal pemula mah mana yg pemula mana yg lanjut sulit dibedakan kok mass… lha qranya banyak trgantung dr sjauh mana qta cepat belajar.. saya blajarnya trmasuk lambat niih.. smoga bila ada tman bisa jadi lebih smangat..
Komentar oleh cembre Selasa, 12 Agustus 2008 @ 9:24 pmWa’ alaikum mas Amron. Senang trnyata dapat jumpa di sini…
Selamat berjuang Kang Nur. terimakasih.
Kang Nur:
Komentar oleh yulism Jumat, 29 Agustus 2008 @ 11:38 pmTerimakasih, Bu.
Salam kenal Pak, kirain cuman saya seorang yang terdampar di pelosok nan jauh dari segala hiruk pikuk dunia. ternyata…
Semoga ilmunya segera menular ke saya. Makasih..
Kang Nur:
Komentar oleh attumic Jumat, 19 September 2008 @ 9:17 amya.. bersyukurlah saya bahwa dgn internet ini saya dapat kontak dgn orang2 yg terdampar di macam2 pelosok dunia
mari kita berbagi
hehe trimakasih…
saya jg orang jawa ko…
Kang Nur:
ttg ke-jawa-an, blog ini hanya sekedar ingin ber-introspeksi, retrospeksi dan juga otokritik; ttg sumbangan ke-jawa-an dlm kerangka nasionalisme Indonesia
Komentar oleh davidkaka Sabtu, 25 Oktober 2008 @ 12:35 amya
Assalamu’alaikum…
Salam kenal dan makasih sudah mampir…
Komentar oleh vaepink Selasa, 4 November 2008 @ 12:09 pmSungguh penuh dengan pergumulan dan perjuangan banget, kiranya itu semua tidak menjadi sia-sia, bahkan menginspirasi banyak orang.
Salut…
Komentar oleh ijrsh Jumat, 10 April 2009 @ 11:22 pmSalam kenal Pak, sukses selalu…
Mas Nur terima kasih atas kunjungan ke blog saya, masih belajar mungkin mas bisa bagi-bagi ilmunya
Kang Nur:
Komentar oleh noor Jumat, 8 Mei 2009 @ 9:51 amsama-sama Pak
salam. kalo jujur seneng deh, kalo bohong, jangan diulangi ya…
terus belajar, temukan kebenaran, niat yg ikhlash, cara yg benar, smangat..!
Kang Nur:
Komentar oleh danang Minggu, 17 Mei 2009 @ 1:09 amamiiin. gak bohong kok, cuma selisih dikit
ayo maju terus kang….
Kang Nur :
Komentar oleh wh Selasa, 19 Mei 2009 @ 4:24 amamiin..
jadi malu, saya lama nggak ke sini, hiks
Kang Nur:
Komentar oleh cahsholeh Jumat, 22 Mei 2009 @ 6:43 pmsama2 malunya, kok mas.
Assalamu’alaikum
Salam kenal Pak Nurdayat… Jangan lupa berkunjung juga kesini baca artikel artikel Islam.
wassalam
Komentar oleh SeR4Y4 LeWat Rabu, 3 Juni 2009 @ 4:22 pmJadi bingung perasaan nggak ada yng bohong dari cerita di atas meski masih agak bingung tp tdk menyurutkan niat sy untuk berkenalan. Jadi salam kenal mas. Ini juga dari wong ndeso do lereng gunung Wilis.
Komentar oleh mas8nur Kamis, 4 Juni 2009 @ 8:59 pmAssalaamu ‘alaykum wr wb.
Komentar oleh Adib Susila Siraj Jumat, 12 Juni 2009 @ 9:14 pmMaju terus Mas. Walaupun dengan kemampuan apa adanya, tapi semangat anda pantas diacungi jempol. Zaman sekarang tidak ada lagi batas antara “ndeso” dan “kutho”. Kata orang tua kita hidup itu “wang sinawang”. Yang “ndeso” ingin ke “kutho”, sebaliknya yang “kutho” rindu ingin kembali ke “ndeso”.
Wassalaamu ‘alaykum wr wb.
Silakan mampir di Blog saya:
http://adibsusilasiraj.blogspot.com/
Perjuangan yang patut diacungi jempol.
Keep posting, Mas Nur.
Komentar oleh aris Sabtu, 24 Oktober 2009 @ 12:24 am