0 Buku Tamu
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
Silakan mengisi Buku Tamu ini dengan tanggapan, saran, komentar Anda terhadap blog ini.
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>









mas, met ngeblog ya. usul: jangan lupa kasih judul blognya ya.
http://fatihsyuhud.com
Kang Nur:
Komentar oleh Fatih Jumat, 22 Februari 2008 @ 7:16 pmAduh ma kasih udah mau kunjungi blog belajaran ini. Saya tersanjung sorang pakar blog mau mampir dan beri koment di sini. …
Soal nama blog, emang blum saya beri nama, mas. Pokoknya blog saya, gitu. Entar saya beri nama yg cocok. Trims.
- Blognya bagus.. salam kenal dari Malang
silahkan mampir kalo sempat
Komentar oleh hmcahyo Sabtu, 8 Maret 2008 @ 8:37 amsalam kenal, kang
Komentar oleh eNPe Senin, 10 Maret 2008 @ 12:50 pmkunjungan balik neh
yoi!
lam knall
bannernya keren! bikin sendiri bang?
kayaknya nih agak retro-retro or konservatif or pelestarian budaya? TOP! jangan sampai kalah sama jaman!
yoi!
ZzZ
@ardianzz:
Komentar oleh ardianzzz Kamis, 13 Maret 2008 @ 10:22 amlam knal juga. trims udah mau kunjung & komentar lho. …banner yg mana sih? gambar header di atas, ya?
o, itu foto dari teman lalu saya photoshop.
ini memang blog ndeso (pelosok pedusunan asli); kalo mau cari yg ndeso2, carilah di sini. yg canggih2 & metropolis kan udah banyak. soalnya saya memang asli ndeso sih, kampung… kerennya sih pertahankan kearifan lokal di era post-modern. he..he..
yak! ayo sama2 teruskan ngeblog utk mewarnai dunia…
YOI!!!
Joss.
kalau saya paling maless nulis. mendhing motret sajah. sebenarnya juga hanya ingin menunjukkan bahwa di tanah air ini terdapat tempat tempat yang hebat & spektakuler. banyak nggak hanya di kota2 besar saja (seperti dufan, tmii, dll) bahkan di tengah hutan & bawah tanah juga…
tengkyu-tengkyu
Komentar oleh ardianzzz Minggu, 16 Maret 2008 @ 1:29 pmsalam kenal
Kang Nur @ isdiyanto:
Komentar oleh isdiyanto Minggu, 16 Maret 2008 @ 9:15 pmwa ‘alaika salam
Salam kenal mas
Berkunjung balik
Kang Nur @ gagahput3ra :
Komentar oleh gagahput3ra Kamis, 10 April 2008 @ 8:52 pmWa ‘alaika salam
Trima kasih atas kunjungan baliknya. Smoga kita akan dapat slalu kunjung-mengunjung.
saya niat unt silaturahim lewat blog panjenengan.
Komentar oleh bagas al islamiyah Sabtu, 19 April 2008 @ 10:04 pmsaya belum punya blog je.. maklum gap tech.
Terus berjuang!
makasih dah berkunjung Kang Nur. Blog Kang Nur bagus, jgn bosen kalo besok2 saya banyak nanya Kang. ..Peniron sama pelosoknya dg deso Kang Nur (emang asli mana Kang?). bahkan mungkin lbh pelosok lg. Artikel yg hiperbola itu utk menyemangati diri sendiri kang, dan juga (mudah2an) temen2 lain. Salam Kang. Bagi ilmunya ya..
Komentar oleh harie Jumat, 2 Mei 2008 @ 3:42 pmhe..he..ternyata komentarku banyakan “Kang”nya ya?
Komentar oleh harie Jumat, 2 Mei 2008 @ 3:46 pmpermisi … numpang singgah …
Kang Nur:
Komentar oleh masmoemet Kamis, 8 Mei 2008 @ 7:31 pmMonggo-monggo, matur nuwun awit rawuhipun.
(Silakan-silakan, trima kasih atas kehadirannya)
Kang …
Ini kunjungan balasan silaturahmi saya …
nanti saya baca-baca blognya ya …
salam kenal
Kang Nur:
Komentar oleh nh18 Selasa, 13 Mei 2008 @ 9:18 amterimakasih. salam kenal juga.
gantian saya yang mengucapkan salam kenal ya kang..besuk-besuk insaoloh tak mampir lagi..
Kang Nur:
Komentar oleh ngafandi Jumat, 16 Mei 2008 @ 9:13 pmAmiin, semoga jangan kapok berkunjung…
aww. duh berguna naget ya ni blog dengan segala informasinya yang nggak ada di blog2 laen. maju terus n semoga jaya selalu. aww
Kang Nur:
Komentar oleh boesoekoetai Senin, 23 Juni 2008 @ 9:34 pmTrims ucapannya. Insya Allah akan kita usahakan kemanfaatan yg optimal, mengisi “pangsa” blog yg masih tersedia.
saya suka blog anda, dan kayakna sering liat anda mampir ke sastro moetu net(jamal), moga selalu berkarya n suarakan hati melalui blog
Kang Nur:
Komentar oleh aquamarine Jumat, 27 Juni 2008 @ 9:49 amSyukur kalo Anda suka. Betul, kok bisa ingat wajah ya? Trims. I’ll contact you by ur mail.
teman saya juga suka dengan blog anda
, kami anak2 d3 tkj(mari qta budayakan membaca dan menulis, IT indonesia harus maju n moga kita bisa ikut memajukan)
Komentar oleh aquamarine Sabtu, 5 Juli 2008 @ 12:41 pmSalam kenal. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.
Komentar oleh irna Kamis, 10 Juli 2008 @ 12:11 pm11-Jul-2008
Nama : ANDY KARDINO…
Lokasi : MALANG JATIM
RESOLUSI KEBENARAN
KAMI ATAS NAMA
KOMANDO BRIGADE URUSAN KEBENARAN INDONESIA
( K O B U K I )
Dengan ini menyatakan Bahwa Prof.DR.KH.Nanang Hariadi (Gus Har ) Cendkiawan Muda penemu huruf JORAB , yaitu kolaborasi 4 Huruf besar dunia , diantaranya Huruf Sangsekerta , Huruf Mongolia, Huruf Arab, Huruf Latin , adalah sosok intelektual muda yang layak untuk dijadikan panutan Para Akademika sementara itu beliau Prof.DR.KH.Nanang Hariadi pembangkit Nasionalis huruf Untuk Republik Indonesia.
Mengingat Bahwa Indonesia belum mempunyai Huruf sendiri maka dengan sendirinya Nilai-nilai Nasionalisme Masyarakat Indonesia akan menurun , oleh sebab itu kami atas nama Komando Brigade Urusan Kebenaran Indonesia pada Hari ini Tanggal 8 Desember 2007 mengeluarkan Resolusi Kebenaran antara lain:
1) Menghimbau Kepada Presiden RI untuk segera mengintruksikan pada segenap Mentrinya agar memberlakukan huruf jorab pada departemen yang di pimpinnya.
2) Mewajibkan pada segenap dunia akademika untuk memberlakuhkan pada kampusnya, huruf jorab sebagai huruf Asli Indonesia yang harus di pahami dan di ketahui serta di jadikan karya tulis dan sejenisnya.
Demikian Resolusi kebenaran kami keluarkan untuk di himbaukan kepada segenap Masyarakat dan Rakyat Indonesia di Seluruh Wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia .
Merdeka ……!
Jakarta 8 Desember 2009
Tertanda
HARUN AL RASYID (ACHID)
PRESIDEN DPW KOBUKI DKI JAKARTA
TELP 02194655949
BUDI ANDI KARDIONO SH
Komentar oleh budi prayogo sh Jumat, 11 Juli 2008 @ 5:54 pmSEKPRES DPW KOBUKI DKI JAKARTA
HP 088882707969
Ass ww Kang Nur ini dr Arief Turi say hello, oya py kemarin pelatihan Kokam sampe ramnpung ndak je> Btw monggo silahkan mampir di blogku
atau di http://www.formulabisnis.com/?id=mastanto
ok ditunggu silaturahimnya
Was
Kang Nur:
Komentar oleh cahpanturi Jumat, 25 Juli 2008 @ 2:06 pmWaduh sorry banget mas Arif Tanto. Ternyata koment njenengan ini dibuang oleh Kang Akismet ke tempat sampah spam, hanya karena ada 2 (dua) link in-text di dalamnya. Baru tadi saya meng-aduk2 kotak spam, ternyata ketemu di situ. 3 bulan je. Sorry.
Senin, 20 Oktober 2008
Blognya bagus…
Salam kenal mas …
Kang Nur:
Komentar oleh Herianto Rabu, 30 Juli 2008 @ 6:09 amtrims. lam kenal juga.
SALAM KENAL
Komentar oleh IMAS NURHAYANI,SE Jumat, 8 Agustus 2008 @ 10:41 amDengan FRONT KOMUNITAS INDONESIA SATU (FKI-1, Ormas Independen). Untuk lebih mengetahui kegiatan dan AD/ART FKI-1 dapat dilihat di
Website:www.apindonesia.com (Klik LOGO FKI-1).
Terima Kasih. Imas Nurhayani,SE.
Sekretariat:Gd.Dewan Pers.Jl.Kebon Sirih No:32-34 Jakarta Pusat.Tlp:0213503349, 3864167.0818798586.Emai:satufki@gmail.com.Website:www.apindonesia.com.
Kemana aja Mas Nur?
Kok blognya dah lama tidak diupdate
Kang Nur :
Komentar oleh bootdir Selasa, 12 Agustus 2008 @ 11:42 amWah, baru cari ide2 yg bagus belum ketemu, Kang Budir..
Kang Nur, Saya mengisi buku tamu dulu ya sebelum memasuki blog. Jadi inget resepsi manten kang. Salam kenal ya. thanks
Kang Nur:
Komentar oleh yulism Jumat, 29 Agustus 2008 @ 11:32 pmJangan lupa “kado”-nya juga, Bu.
assalamu ‘alaikum
salam kenal lagi Kang Nur..
Kok belum ada per-kunjungan dan per-punjungan lagi, saya seneng lho….
nuwun…
assalamu ‘alaikum
Kang Nur:
:)
Komentar oleh ariefmas Sabtu, 30 Agustus 2008 @ 3:02 pmwah slain ‘kunjungan’ ada istilah ‘punjungan’ pula ni?:) Punjungan itu kiriman persembahan khusus dlm rangka utk mnghormati ya? Tapi… kalo tetangga2 saya di desa adakala sering juga lho menggerutu kalo dapat ‘punjungan’ dr org hajatan?? Katanya yg maunya mau pura2 tdk tahu kalo krabat/ttangg-ny itu punya hajat n mau diam saja tidak ‘nyumbang’, akhirnya jadi ‘ewuh-pekewuh’ dan trpaksa ‘nyumbang’.
“The Nurdayat Foundation”
Wah…. mantap neh sukses buat foundationnya
Jadi terpikirkan juga untuk membuat coretan pinggir foundation
Salam hangat
POpop
Kang Nur:
Komentar oleh coretanpinggir Minggu, 31 Agustus 2008 @ 5:31 pmArti ‘foundation’ di sini itu = pondasi, kok, Kang Coret. Bisa juga sih brmimpi nanti bisa jadi kayak Ford ato Rockefeller yg kaya lalu bikin yayasan sosial. Tapi lebih tepat di sini ya artikan saja dg = Pondasi.
Salam kenal,
mo gabung di “The Nurdayat Foundation”
semoga sukses pondasinya
octa
Kang Nur:
Komentar oleh cenya95 Senin, 8 September 2008 @ 2:57 pmkalo mau jadi kontributor tulisan juga boleh, asal sesuai dgn kriteria tema yg diusung blog ini
Berjuang tidak selalu mengangkat senjata, menghunus pedang tapi dengan Tinta pun akan terasa lebih dahsyat di era seperti ini, salam perjuangan kang
Kang Nur:
Komentar oleh Achmad Sholeh Kamis, 11 September 2008 @ 3:04 pmTrimakasih. Tanggapan Kang Achmad ini adalah doa sekaligus ajakan. Semoga doa ini terkabul, dan ajakan itu dapat saya penuhi.
assalamualaikum.wr.wb…salam kenal kang Nur
mo ngelirik blognya yah…kunjungan balik :p
Kang Nur:
trimakasih kunjungan baliknya, bunda
Komentar oleh tika Jumat, 12 September 2008 @ 6:11 amKang , aku pingin saur dan buka bareng sama kamu, tentunya bukan nasi tapi tulisan, bisa tidak?. Trims ya kemaren kang nur nyambangi rumahku, semoga puasanya diterima deh….
Kang Nur:
kalo di sini mah gado2 kok pak kyai..
Komentar oleh ponpesalfithrahgp Selasa, 16 September 2008 @ 2:58 amwa ya sama-sama. adakala saya juga pengin buka-sahur di situ.. mungkin yg di situ bisa lebih sembuhkan lapar dan dahaga
Selamat untuk sebuah kang nur dan blog yang sadar sejarah
dan ini sebuah undangan untuk mampir.
Tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya, kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya. Kalau dia tak mengenal sejarahnya. Apalagi kalau tak pernah berbuat sesuatu kebajikan untuknya,”
-Minke, dalam Novel Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer-
Dikutip Kompas di tulisan pembuka liputan khusus Anjer-Panarukan
Saya memberikan apresiasi yang besar kepada Koran Kompas dan juga kalangan pers pada umumnya yang secara intens dan kental mendorong munculnya kesadaran historis sekaligus harapan dan optimisme akan masa depan Indonesia. Mempertautkan makna masa lalu, masa kini dan masa depan. Ini nampak paling tidak sejak bulan Mei secara rutin Kompas memuat tulisan wartawan-wartawan seniornya dan mungkin beberapa orang non wartawan kompas bertajuk 100 Tahun Kebangkitan Nasional . Patut diapresiasi pula liputan besar Kompas “Ekspedisi 200 Tahun Jalan Pos Anjer-Panaroekan”.
Daniel Dhakidae yang juga menjadi salah satu penulis seri 100 Tahun Kebangkitan Nasional Kompas ini pernah mengatakan bahwa “sejarah bukan masa lalu akan tetapi juga masa depan dengan menggenggam kuat kekinian sambil memperoyeksikan dirinya ke masa lalu. Warisan tentu saja menjadi penting terutama warisan yang menentukan relevansi kekinian. Apa yang dibuat disini adalah melepaskan penjajahan masa kini terhdap masa lalu dan memeriksa kembali masa lalu dan dengan demikian membuka suatu kemungkinan menghadirkan masa lalu dan masa depan dalam kekinian”. (Cendekiawan dan Kekuasaan : Dalam Negara Orde Baru; Gramedia Pustaka Utama, 2003, hal xxxii)
Dalam bukunya itu contoh gamblang diperlihatkan oleh Dhakidae, dimana sebelum sampai pada bahasan masa Orde Baru ia melakukan pemeriksaaan wacana politik etis sebagai resultante pertarungan modal, kekuasaan negara kolonial, dan pertarungan kebudayaan antara Inlander vs Nederlander, antara boemipoetra dan orang Olanda. Baginya zaman kolonial menjadi penting bukan semata sebagai latarbelakang, akan tetapi wacana itu begitu menentukan yang dalam arti tertentu bukan saja menjadi pertarungan masa lalu akan tetapi masa kini.
Kompas saya pikir telah mengerjakan ini dengan sangat baik dan saya mendapatkan pencerahan dari sana (o iya Bung Daniel masih menjadi kepala litbang Kompas ya?!)
Untuk meningkatkan akses publik ke seluruh tulisan-tulisan berharga ini, saya menghimpun link seri artikel Kompas bertajuk 100 Tahun Kebangkitan Nasional ini. Sebelumnya saya juga telah menghimpun link seri liputan Kompas Ekspedisi 200 Tahun Jalan Raya Pos Anjer-Panaroekan : Jalan (untuk) Perubahan.
Demikian juga saya telah menghimpun link-link ke artikel-artikel Edisi Khusus Kemerdekaan Majalah Tempo tentang Tan Malaka “BAPAK REPUBLIK YANG DILUPAKAN. Sebagai catatan tulisan tentang Tan Malaka juga ada di dalam seri tulisan Kompas seputar 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Apresiasi tinggi pula untuk Majalah Tempo.
Akhir kata secara khusus saya menaruh hormat kepada Pramoedya Ananta Toer yang telah menjadi ‘guru sejarah’ saya melalui karya-karya sastra dan buku-buku sejarah yang ditulisnya. Saya pikir bukan sebuah kebetulan Kompas mengutip roman Jejak Langkah sebagai pengantar liputan khususnya, juga dari buku Pram Jalan Raya Pos, Jalan Daendels- “Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain”.
Tidak lain juga sebuah penghormatan kalau tidak pengakuan terhadap sumbangan Pram untuk negeri ini. Diakui atau tidak.
Salam Pembebasan
Andreas Iswinarto
Untuk seri tulisan 100 Tahun Kebangkitan Nasional
Kipling, Ratu Wilhelmina, dan Budi Utomo; Renaisans Asia Lahirkan Patriotisme Bangsa-bangsa; Semangat Kebangsaan yang Harus Terus Dipelihara; Menemukan Kembali Boedi Oetomo; Ideologi Harga Mati, Bukan Harta Mati; Pohon Rimbun di Tanah yang Makin Gembur; Mencari Jejak Pemikiran Hatta; Membangun Bangsa yang Humanis; Tan Malaka dan Kebangkitan Nasional; Kaum Cerdik Pandai, antara Ilmu dan “Ngelmu”; Masa Depan “Manusia Indonesia”-nya Mochtar Lubis, Menolak Kutukan Bangsa Kuli; Pendidikan dan Pemerdekaan; Kembali ke PR Gelombang Ketiga; Kebudayaan dan Kebangsaan; Musik Pun Menggugah Kebangsaan…
Silah link ke
http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/09/jejak-langkah-sebuah-bangsa-sebuah.html
Ekspedisi Kompas 200 Tahun Anjer-Panaroekan
http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/09/belajar-dari-sejarah-sebuah-jalan-200.html
Edisi Kemerdekaan Tempo : Tan Malaka
http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/09/tan-malaka-bapak-republik-revolusi.html
Komentar oleh andreas iswinarto Selasa, 16 September 2008 @ 9:01 amkang nur, saya mo minta ijin nge-link blognya ya ^^ makasih sebelumnya
Kang Nur:
Komentar oleh tika Jumat, 19 September 2008 @ 12:00 pmjustru mjd kehormatan dan terimakasih saya ucapkan bila bunda tika berkenan nge-link blog saya yg ‘gado2′ ini
kang nur, lagi istirahat buat lebaran ya?
mudah2an esensi niat puasa kita (bagi yang menjalankan) tidak luntur dan kembali fitri di akhir romadhon.
taqobalallohu minna wa minkum, mohon maaf zhahir dan bathin.
rehat sebentar kang, jangan ke-mana2 tetap di ‘empat mata’.
artinya tetap tajam , mata hati/mata bathin/mata indera dan mata pena kita.
Kang Nur:
Komentar oleh Jalu Senin, 29 September 2008 @ 4:31 amya, hari2 ini saya qira intensitas para pe-ngeblog menurun karena sibuk ber-Lebaran.
Amiin. Taqobal yaa kariim..
Wah bagus dan trims tuh atas Rumus Empat Mata-nya, bagus utk kita pakai..
tiada pemberian terindah selain maaf, tiada perbuatan termulia selain memaafkan. selamat hari raya idul fitri 1429H, mohon maaf lahir dan batin.
Kang Nur:
Jeng Tika ‘kan belum pernah bikin salah sama saya? trims ucapannya. justru saya yg minta maaf bila koment2 saya kurang pas berkenan
Komentar oleh tika Jumat, 3 Oktober 2008 @ 12:16 pmwhuaa…
Kang Nur..salam kenal kembali,
Ibu sudah tengok-tengok blognya…tulisan2 nya sangat berbobot…mohon ijin saya link ya..
Oh ya,,,ndeso mana kok belum ada akses telpon dan internet ??
Kang Nur:
Kagem njawab menawi kepareng kula badhe kintun dhateng e-mail Ibu. .. Bu.., kula pengagum Pak Herry -ingkang tansah sederhana nanging efisien. Salam kagem Pak Herry mugi tansah pinaringono lancar anggenipun mimpin kitha Ngayogya.
Komentar oleh dyah suminar Senin, 6 Oktober 2008 @ 9:22 pmWhualah Buu,Bu. yg berbobot itu yg mana? niki namung cah ndeso mboten gadhah sing ajar2an ngginakke internet mawon kok, Bu. Lha nggih ndeso ing satunggaling Dati II DIY lah Bu, nek teng celak kitha rak nggih sedaya saged ng-akses gampil. Mboten kula sebutne ten mriki mangkih nek kulo sebutne mindhak konangan identitas kula lengkap.
Dab
tulisane sebagian njelehi, sebagian ra penak diwoco babar blas, tapi sebagian BESAR berbobot dan mathuk buat bahan renungan.
cuman hurufmu iku, ancuk tenan gawe loro mripat.
mung kritik sithik, sukur dirungokne, lanjut!
Kang Nur:
Komentar oleh Pakdhe Dobo Selasa, 7 Oktober 2008 @ 3:28 pmlhah PakDe, mendhing mbok iya sampeyan duduhna pisan: endi sing njelehi, endi sing penak. dadi luwih cetho.
masukan-nya diterima PakDe
akan saya pertimbangkan
ma kasih
Salam sejahtera buat pembaca yang sudah mampir di blog ini. Perkenalkan saya pemula dalam urusan blog monggo sami dipun paringi komentare. Kulo tenggo nggih?
Kang Nur:
Komentar oleh Budi Sabtu, 11 Oktober 2008 @ 4:28 pmLha ini Kang Budi masuk di Buku Tamu blog orang lain terang2an promosi blog-nya sendiri. Hua..ha..ha…
Puisi Aku ingin sudah dibahas oleh Muhammad Zaini. Bisa dilihat koq. Hehe
Komentar oleh Tukang Nongkrong Rabu, 5 November 2008 @ 1:20 amWah…bagus mas. Kayaknya saya musti belajar banyak.
Makasih dah sempat juga ngelirik blog saya
Kang Nur:
Terima kasih kunjungannya. Kita semua mari jangan berhenti belajar.
Komentar oleh humorbendol Minggu, 9 November 2008 @ 8:41 pmsaya egi kang yang menulis tentang “berkenalan dengan antropologi” sama2 kang nur, ..biasa baru pengen belajar nulis kang, ..terimakasih atas commentnya? mudah2an itu bisa membangun saya dalam hal menulis.. saya harap kang nur bisa membantu saya dalam belajar penulisan yang baik dan benar.. salam hormat dari saya kang.. wasalam
Kang Nur:
Komentar oleh egiyakuza Jumat, 14 November 2008 @ 10:37 pmya.. terima kasih kunjungan baliknya
Makasih kang nur dah mampir blog saya, ni kunjungan balik…
Wah blogNya keren, isinya bermanfaat banget…
Terus smangat ngeblog kang….
Kang Nur:
Komentar oleh andy21wng Sabtu, 22 November 2008 @ 7:47 amTerima kasih banyak utk kunjungannya dan dukungannya..
Hmmm… belum turun gunung, mas ?
Komentar oleh cenya95 Jumat, 27 Februari 2009 @ 7:43 amSemangat… !!!
wah tempoe doeloe image di headernya
Komentar oleh kampanye damai pemilu indonesia 2009 Rabu, 25 Maret 2009 @ 9:24 pmpermisi om . mampir
Kang Nur:
Komentar oleh Rivanlee Kamis, 7 Mei 2009 @ 10:11 pmyak, silakan berlangganan mampir ke sini..
CAMKANLAH SAHABAT !!!
Rangkaian drama paling lucu dan paling tragis sekarang sedang berlangsung di panggung dunia. Global Village dengan segala ironinya terpampang dengan darah dan airmata. Di hadapan kita ! Di depan hidung kita !
Parade kesedihan berbaris dari Afghan, Afrika, Iraq, Pattani, Palestina, Thailand Selatan, hingga Indonesia. Dari darah yang mengalir karena peluru-peluru yang serakah minyak bumi, sampai busung lapar akibat kaum komprador yang berselingkuh dengan kapitalisme. Sementara itu terorisme menjadi alat para “maling” yang teriak maling.
Demokrasi, sebagaimana gereja dan komunis pada zaman kekuasaannya, dipaksakan dengan peluru dan doktrinasi ke seluruh dunia. Tak ketinggalan drama komedi NPT (Non Proliferation Treaty), drama yang sangat tidak lucu bagi Iran, tapi berkenan bagi India.
GLOBALISASI. Begitu mereka atau kita terpaksa menyebutnya. Kekuatan yang selama ini senantiasa mengaku sebagai satu-satunya sistem yang paling sempurna dan bisa membuat masyarakat dunia sejahtera. Tapi, Survey Sosial-Ekonomi Dunia melaporkan 64,72 % masyarakat dunia angka ini tidak pernah berubah sejak 3 dekade lalu !– berada di dalam kemiskinan akibat penindasan mesin-mesin ekonomi dan politik globalisasi !
Pergolakan sosial dan keterpurukan ekonomi di Asia dan Amerika Latin yang terus berlangsung hingga kini: JUSTRU KETIKA DALAM KERJASAMA DENGAN WORD BANK, IMF dan SEKUTU GLOBALISASINYA !
Mayoritas negara-negara miskin tidak mampu bersaing dengan negara-negara kapitalis-neoliberalis dan terjebak pada utang luar negeri yang menggunung ! Produk (barang dan jasa) globalisasi dengan begitu BEBAS masuk ke negeri ini, SEMENTARA produk-produk lokal buatan Pak Jawen, Bu Karto, Nengah Maharta, Teteh Juju, Uda Umar, dan para ummat proletar Indonesia TAK PERNAH MERDEKA, bahkan di negerinya sendiri !
INIKAH GLOBALISASI ?! INIKAH KEUNGGULAN KOMPARATIF ?!
DAPATKAH SEMUA INI DISEBUT PERSAINGAN YANG BEBAS ?!
Mereka jelas-jelas membuat DIKOTOMI BARU di atas tulang-tulang yang berserakan dari Afrika hingga Papua !; justru dengan jargon menghilangkan dikotomi !
Ketika Amerika membawa senapan mesin, sementara negara miskin dengan ketapel ! Ketika WEF hanya untuk kepentingan negara-negara kaya, sementara negara miskin dibuat semakin miskin ! Menstimulasi [baca: menekan] negara komprador seperti Indonesia, menaikkan harga dan tarif agar sesuai harga pasar dunia, padahal mayoritas income masyarakat jauh di bawah penghasilan standar masyarakat dunia !
Camkanlah Sahabat…!!! Keserakahan yang selalu bergandengan tangan dengan ketidakadilan menantang kita kaum
muda Muslim. No Compromise terhadap ketidakadilan yang berbuah penindasan, sebagaimana Rasulullah SAW dahulu, adalah wajib !!!
Billahi Hayaatuna Wallahu Fii Hayati ‘I-Mustadz’afin
Kang Nur :
Komentar oleh EMPIRIS Selasa, 19 Mei 2009 @ 9:41 pmSetuju !! Ini perlu kita camkan !!!
Bagus juga
Komentar oleh abhe Sabtu, 23 Mei 2009 @ 12:16 pmbanyak hal yang bisa dipelajari disini
Komentar oleh kopral cepot Jumat, 29 Mei 2009 @ 6:09 pmSalam pencerahan
Salam perubahan
Assalamu’alaikum
Buat rkan rkan Jangan lupa berkunjung juga kesini.
wassalam
Komentar oleh SeR4Y4 LeWat Rabu, 3 Juni 2009 @ 4:22 pmSalam kenal aja, teman-teman bisa kunjungi blog saya. Tapi maaf baru belajar
Komentar oleh Abdullah Kamis, 30 Juli 2009 @ 8:56 ammet jalankan ibadah di bulan ramadhan
Komentar oleh kopral cepot Kamis, 20 Agustus 2009 @ 1:54 ammohon maaf lahir n bathin
hatur tangkyu
Ternyta .. dalem sekali ……komentar2nya
Komentar oleh Pakne Nuril Minggu, 25 Oktober 2009 @ 4:32 pmWah,. blognya mantap. kalo sempat mampir juga ya ke blog saya..
Komentar oleh alin aun Minggu, 15 November 2009 @ 3:13 pm