The Nurdayat Foundation


Politik Etis dan Kondisi Umum Indonesia pada Awal Abad ke-20 (3)
Jumat, 15 Februari 2008, 1:23 pm
Filed under: Sejarah | Tag: ,

Java 1913Dalam studi-studi di bidang ekonomi-pertanian pada zaman penjajahan terdapat bukti kuat memprihatinkan. Di antara studi-studi tersebut antara lain yang dilakukan oleh W.F. Wertheim.i Kondisi sosial, terutama yang ada kaitannya dengan perekonomian masyarakat, nampaknya masih berlanjut seperti itu sampai datangnya fasisme Jepang di Indonesia (1941). Oleh karena itu, ketika Jepang menduduki Indonesia hampir seluruh kekuatan ekonomi masyarakat terkuras habis, bahkan tenaga manusianya pun ikut dilibatkan habis-habisan (romusha) untuk kepentingan penerangan yang dilakukan oleh Jepang. Tenaga romusha (kerja paksa) itu dimanfaatkan oleh jepang untuk membuat lapangan terbang, tempat pertahanan, jalan, gudang. Ada juga yang dikirim ke Burma, Thailand dan Malaysia untuk memasang sarana transportasi (seperti memasang rel kereta api) dan tempat pertahanan. Banyak di antaranya yang mati kelaparan atau karena sakit, dan andaikata selamat badan mereka kurus kering tidak terurus, bahkan ada yang sampai terkena gangguan kejiwaan. Jumlah romusha yang dikerahkan ke luar Jawa itu tidak kurang dari 300.000 orang banyaknya.ii Nasib masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa, seperti itu perlu diungkap kembali untuk menggambarkan betapa kondisi sosial ekonomi masyarakat begitu rapuh akibat pemerintahan Belanda sebelumnya.

Memang benar Belanda telah berusaha memperbaiki sarana transportasi, baik itu berupa jalan, rel kereta api, lapangan udara, pelabuhan, jembatan, kapal laut dan sebagainya, namun hal itu tidak lain adalah untuk kepentingan ekonomis pemerintah Belanda pula. Logikanya, jika sarana transportasi menjadi baik dan lancar, maka kegiatan perekonomian menjadi lancar pula dan itu menguntungkan secara finansial bagi Belanda. Pabrik-pabrik yang besar didirikan, seperti pabrik gula, pabrik teh, pabrik pengolahan karet, pabrik pengolahan serat goni, pabrik pengolahan tembakau dan sebagainya, dan ini semuanya sangat menguntungkan pemerintah Belanda, terutama untuk bahan ekspor.

Kegiatan perekonomian pedesaan, pada masa akhir abad ke-19, di luar kegiatan pertanian, maka kegiatannya hanya didukung oleh kegiatan pasar-pasar kecil yang disebut “pasar desa”. Di pasar-pasar itulah para petani dan pedagang kecil melakukan transaksi, antara lain menyangkut hasil-hasil pertanian, di samping perdagangan bumbu dapur, barang kelontong dan keperluan rumah tangga yang lain. Di dalamnya juga kadang-kadang untuk memperdagangkan hasil-hasilindustri keluarga (home industry), seperti anyam-anyaman, kerajinan gerabah (pecah belah dari tanah liat) dan sebagainya.

Sampai di sini dapat ditegaskan, bahwa kondisi sosial dan pendidikan masyarakat Indonesia yang dihasilkan oleh kegiatan Politik Etis nampaknya belum memadai. Dari segi sosial, utamanya masalah ekonomi, masih sangat rapuh. Pada hakekatnya, perbaikan ekonomi yang ada bukan untuk masyarakat, melainkan pemerintah Belanda yang diuntungkan. Dari segi pendidikan, juga belum menunjukkan hal yang menggembirakan, apalagi sampai derajat memadai. Pendidikan yang dilaksanakan dalam program Politik Etis itu hanya sampai memberikan hasil tersedianya tenaga birokrat baru, dan itupun pada level rendahan kebanyakan, untuk direkrut dalam sistem pemerintahan kolonial Belanda. Pendidikan belum dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat dalam arti yang seluas-luasnya.

-o0o-

 

Kembali…

i Baca: W.F. Wertheim, Masyarakat Indonesia dalam Transisi, Studi Perubahan Sosial. Penerjemah: Misbah Zulfa Elizabeth. (Yogyakarta: PT Tiara Wacana, 1999).

ii Suhartono, Sejarah Pergerakan Nasional …. hlm. 133-134.


2 Komentar so far
Tinggalkan komentar

mkzh ya ,,,,,,,,,gr2 q bca ne q jd bza tau tentang kondizi ekonomi masa jpan dulu…..

Komentar oleh vy2

makasih infonya,,
cma mau nanya,, apa dlm hal ini mahasiswa indo(hindia belanda) punya partisipasi dalam menangani mslh tsb????

Komentar oleh idiel haq




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: