The Nurdayat Foundation


Memulai dengan Artikel Dasar untuk Mengenal Akar Gerakan Muhammadiyah
Minggu, 17 Februari 2008, 9:15 pm
Filed under: Muhammadiyah Kini | Tag: ,

muhammadiyahMengapa saya menampilkan tulisan berjudul “Politik Etis dan Kondisi Awal Abad ke-20” sebagai awal tulisan-tulisan saya di blog-nya Nurdayat ini? Ini sangat berkait juga dengan mengenal Akar Gerakan Muhammadiyah. Bagi teman2 angkatan muda Muhammadiyah (Sinduadi) tentulah dapat menebak tidak terlalu jauh, kan ? Mengapa pula saya membikin blog ini sendiri? Ya. Karena awalnya saya memang cuman mau monitor dan ngecek aja ke blog teman2, blog milik bersama kita, namun saya juga jadi tertarik (lagi) untuk bikin blog sendiri. Coba-coba lagi. Lagi ? Ya. Karena tahun lalu saya pernah mencoba bikin blog juga di wordpress, tentu yang free. E e e, setelah saya buka lagi ternyata blog itu belum terhapus. Ide saya dulu di situ maunya untuk menampung tulisan-tulisan yang berkaitan dengan “saling pengertian dan rekonsiliasi antar anak bangsa’. Maunya, sih. Mungkin ide tema-nya terlalu mengawang-awang dan terlalu spesifik untuk satu blog personal ya ? Seorang pemula akan kesulitan bila membatasi blognya hanya untuk satu tema tertentu. Tapi (maka dari itu?) ternyata saya tak mampu memenuhinya. Akhirnya macet, deh. Ada lagi beberapa coba2 yang pernah saya bikin di dunia maya ini, namun tidak sampai saya menguasainya, saya sudah berhenti karena tak ada komunitas dan belummenemukan orang2 khusus yang bisa ditanyai secara khusus. Di waktu2 lalu, jumlah blog belum sebanyak sekarang.

Saya tahu WordPress sekitar dua setengah tahun yang lalu. Ya, cukup lama juga. Namun jeleknya, saya kurang niat untuk belajar bagaimana membikin dan mengelola blog dengan baik, dan tidak saya teruskan. Padahal saya juga sudah mencari-cari fasilitas weblog free yang lain. Sebenarnya sejak tahun 2000-an, saya sudah mulai sering browsing2, bikin e-mail address, berbalas kirim e-mail, dan seringkali searching lalu download tulisan2 di internet; namun karena lebih banyak individual, tidak ada komunitas yang mendukung itu, jadinya ya tidak berkembang. (Tapi se-umur2, saya cuman 2-3 kali saja chatting; pdhal chatting mungkin bisa utk gaul ya?) Saya menjadi anggota beberapa mail groups sampai kini, dan pernah meng-admin sebuah mail group. Semuanya belum ada yang memuaskan. Nah, sekarang: Saya berharap bila saja kita dapat membangun komunitas blogger, kiranya kemampuan kita semua (para anggota komunitas itu) akan berkembang. Kemampuan itu meliputi: Ya kemampuan teknis IT dan pemahamannya, bahasa pemrograman bikin web page (HTML dsb), kelancaran menulis artikel, juga wawasan pengetahuan dari bertukar menulis-membaca isi content tulisan itu, dan kekompakan dan silaturahmi yang didapat dari lalu-lintas tukar pendapat itu. Dari keaktifan memberikan kontribusi ke komunitas kita itu kita dapat saling belajar, dan kita dapat mengusahakan agar blog komunitas kita itu nantinya dapat berkembang dan dikenal dan dikunjungi banyak ‘surfer’.

Saya sebenarnya sering berpikir bahwa bikin blog itu seperti “menyelipkan butiran permata ke dalam tumpukan jerami”. Artinya, setinggi apapun nilai/harga butir permata yang kita selipkan itu; bukankah yang dimasuki itu adalah tumpukan jerami? Bagaimana orang lain bisa tahu bahwa di dalam tumpukan silang-sengkarut ruwet jalin-menjalin tumpukan jerami itu ada butiran permata yang berharga? Bagi teman2 yang sudah lebih berpengalaman berselancar, menjelajah, menampilkan diri di dunia maya –tentulah lebih tahu dan mampu menjawab pertanyaan ini. Yah, selain kita harus gigih dan ulet, rajin memeliharanya dengan mengisi tulisan-tampilan; kita (saya terutama) menjadi sangat sadar betapa ternyata masih terlalu banyak yang harus saya pelajari. ‘Memelihara’ blog itu kok jatuhnya jadi mirip seperti memelihara hewan piaraan atau tanaman hias saja ya? Kalau kita lupa ‘menyapa’-nya, jadinya ia menjadi merana deh. Bahasa jawa-nya = kapiran. Kalo yang punya saja ngapir-ke, apalagi tamu-tamu-nya. Bagaimana bisa kita mengharapkan tamu-tamu berdatangan ke rumah reyot yang tidak pernah kita bersihkan, dan diisi dengan perabotan seperlunya dan sajian suguhan, keramahan, kehangatan? … Link-link yang dibangun tentulah diharapkan akan lebih nyaman bila dijalin dengan orang2 yang benar2 kita tahu dan kenal, bukannya hanya para ’stranger’ dari wilayah kota antah-berantah mana. Lebih nyaman bila link-link yang dibangun itu adalah dengan orang-orang yang memang kita kenal, pernah dan atau sering kita jumpai secara dekat, dan kita bisa ‘copy darat’ dengan cukup mudah saat kita perlukan; meskipun itu mungkin tak lebih dari 5 (lima) orang dulu.

Saya menampilkan tulisan berjudul “Politik Etis dan Kondisi Awal Abad ke-20” di blog-nya Nurdayat, karena saya anggap pemahaman terhadap situasi kondisi di akhir masa akhir kolonial Belanda itu adalah prasyarat mendasar untuk memahami sejarah pergerakan nasional hingga sekarang -yang kebanyakan adalah berawal berakar di masa itu. Masa-masa itu adalah masa awal tumbuhnya Kebangkitan Nasional Indonesia. Paham-paham seperti nasionalisme, dapat ditelusuri perkembangannya sejak terutama dari masa itu; begitu pula latar belakang pendirian beberapa organisasi sosial kemasyarakatan yang masih hidup, berkembang, berdiri hingga sekarang.

-o0o-


1 Komentar so far
Tinggalkan komentar

[…] sebagai jarum-jarum kecil berharga. Jarum kecil itu sulit dibuat, dan mestinya bukan disusupkan ke tumpukan jerami ‘kan? Jarum jahit akan berguna bila dihadapkan pada kain. Jarum suntik berguna untuk menyuntik. […]

Ping balik oleh Serba-serbi Menulis di Blog : Pemuda Muhammadiyah Sinduadi




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: