The Nurdayat Foundation


Ki Hajar Dewantara (1889-1959): Sosok yang Keras tapi Tidak Kasar (1)
Senin, 10 Maret 2008, 4:59 pm
Filed under: Sejarah | Tag: , ,

Ki Hadjar DewantaraSebagai tokoh pendidikan, Ki Hajar Dewantara tidak seperti Ivan Illich atau Rabrindranath Tagore yang sempat menganggap sekolah sebagai siksaan yang harus segera dihindari. Ki Hajar berpandangan bahwa melalui pendidikan akan terbentuk kader yang berpikir, berperasaan, dan berjasad merdeka serta percaya akan kemampuan sendiri. Arah pendidikannya bernafaskan kebangsaan dan berlanggam kebudayaan.

Seorang tokoh seperti Ivan Illich pernah berseru agar masyarakat bebas dari sekolah. Niat deschooling tersebut berangkat dari anggapan Ivan Illich bahwa sekolah tak ubahnya pabrik yang mencetak anak didik dalam paket-paket yang sudah pasti. “…bagi banyak orang, hak belajar sudah digerus menjadi kewajiban menghadiri sekolah”, kata Illich. Demikian pula halnya dengan Rabindranath Tagore yang sempat menganggap sekolah seakan-akan sebuah penjara. Yang kemudian ia sebut sebagai “siksaan yang tertahankan”.

Ada benarnya ketika setiap pendidikan harus mampu mengarah dan mengubah status quo. Dan ini tidak berarti benar ketika menganggap sekolah tidak penting. Anak-anak dengan senang hati, umumnya masih berangkat ke sana. Kita, dan mereka, tahu; bukan mata pelajaran serta ruang kelas itu yang membikin mereka betah. Melainkan teman dan pertemuan. Bisa saja, Illich dan Tagore keliru. Sekolah juga keliru bila ia tidak tahu diri bahwa peranannya tidak seperti yang diduga selama ini. Ia bukan penentu gagal tidaknya seorang anak. Ia tak berhak menjadi perumus masa depan.

Namun, banyak kalangan sering menyejajarkan Ki Hajar Dewantara dengan Rabindranath Tagore, seorang pemikir, pendidik, dan pujangga besar kelas dunia yang telah berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional India, karena mereka bersahabat dan memang memiliki kesamaan visi dan misi dalam perjuangannya memerdekakan bangsanya dari keterbelakangan.

Tagore dan Ki Hajar sama-sama dekat dengan rakyat, cinta kemerdekaan dan bangga atas budaya bangsanya sendiri. Tagore pernah mengembalikan gelar kebangsawanan (Sir) pada raja Inggris sebagai protes atas keganasan tentara Inggris dalam kasus Amritsar Affair. Tindakan Tagore itu dilatarbelakangi kecintaannya kepada rakyat. Begitu juga halnya dengan ditanggalkannya gelar kebangsawanan (Raden Mas) oleh Ki Hajar. Tindakan ini dilatarbelakangi keinginan untuk lebih dekat dengan rakyat dari segala lapisan. Antara Ki Hajar dengan Tagore juga merupakan sosok yang sama-sama cinta kemerdekaan dan budaya bangsanya sendiri. Dipilihnya bidang pendidikan dan kebudayaan sebagai medan perjuangan tidak terlepas dari “strategi” untuk melepaskan diri dari belenggu penjajah. Adapun logika berpikirnya relatif sederhana; apabila rakyat diberi pendidikan yang memadai maka wawasannya semakin luas, dengan demikian keinginan untuk merdeka jiwa dan raganya tentu akan semakin tinggi.

Di barat, Paulo Freire hadir dengan konsep pendidikan pembebasan. Di sini, Ki Hajar Dewantara menjadi pahlawan pendidikan nasional karena pendidikan sistem among yang ia kembangkan di taman siswa. Ungkapannya sangat terkenal; “tut wuri handayani”, “ing madya mangun karsa”, dan “ing ngarsa sung tulada”. Istilah inipun tak hanya populer di kalangan pendidikan, tetapi juga pada berbagai aspek kehidupan lain.

Siapakah sebenarnya tokoh pelopor pendidikan bangsa ini?

Siapa sih, yang tidak kenal dengan tokoh yang satu ini? Pejuang gigih, politisi handal, guru besar bangsa, pendiri Taman Siswa, memang sudah diakui oleh sejarah. Tapi sebagai pribadi yang keras tapi lembut, ayah yang demokratis, sosoknya yang sederhana, penggemar barang bekas, belum banyak orang tahu. Bahkan bagaimana tiba-tiba dia dipanggil dengan nama Ki Hajar Dewantara juga belum banyak yang tahu.

Tokoh peletak dasar pendidikan nasional ini terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, dilahirkan di Yogyakarta pada hari Kamis, tanggal 2 Mei 1889. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Pendidikan dasarnya diperoleh di Sekolah Dasar ELS (sekolah dasar Belanda) dan setelah lulus, ia meneruskan ke STOVIA (sekolah kedokteran Bumi putera) di Jakarta, tetapi tidak sampai selesai. Kemudian bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedya Tama, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Ia tergolong penulis tangguh pada masanya; tulisan-tulisannya sangat tegar dan patriotik serta mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.

Selain menjadi seorang wartawan muda R.M. Soewardi juga aktif dalam organisasi sosial dan politik, ini terbukti di tahun 1908 dia aktif di Boedi Oetama dan mendapat tugas yang cukup menantang di seksi propaganda. Dalam seksi propaganda ini dia aktif untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya kesatuan dan persatuan dalam berbangsa dan bernegara.

Tiga SerangkaiSetelah itu pada tanggal 25 Desember 1912 dia mendirikan Indische Partij yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka, organisasi ini didirikan bersama dengan dr. Douwes Dekker dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo. Organisasi ini berusaha didaftarkan status badan hukumnya pada pemerintahan kolonial Belanda tetapi ditolak pada tanggal 11 Maret 1913, yang dikeluarkan oleh Gubernur Jendral Idenburg sebagai wakil pemerintah Belanda di negara jajahan. Alasan penolakannya adalah karena organisasi ini dianggap oleh penjajah saat itu dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan bergerak dalam sebuah kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda !

KLIK DI SINI UNTUK MELIHAT LANJUTANNYA
Kembali

About these ads

75 Komentar so far
Tinggalkan komentar

yoi! lam knal
itu tuh yang namanya pahlawan sejati! menurutku jika beliau masih hidup pasti males dikasih gelar pahlawan & dikasih bintang jasa…
yoi!
zzz

Komentar oleh ardianzzz

Tentang Nama Ki Hadjar Dewantara

Ada kisah menarik tentang nama Ki Hadjar Dewantara. Sebenarnya waktu kecil dia diberi nama R.M. Suwardi yang lahir dari pasangan K.P.A. Suryaningrat dan. R.A. Sandiah. Pangeran Suryaningrat yang masih keturunan Sultan Hamengku Buwono II ini, memang mendambakan anak laki-laki. Tapi dia agak kecewa saat melihat kondisi fisik bayi Suwardi. Beratnya kurang dari 3 kg, perutnya buncit dan suara tangisnya terlalu lembut untuk bayi lelaki.
Melihat ini, Pangeran yang humoris ini lantas memberi paraban (nama olok-olok), Jemblung (buncit). Nama ini ditambahi oleh sahabat Pangeran Suryaningrat, Kyai Soleman, pengasuh pondok pesantren di Prambanan, dengan nama Trunogati. Tapi berlainan dengan ayahnya, Kyai Soleman lebih dalam melihat aura bayi ini. Menurutnya, Suwardi yang lembut justru nanti akan didengar orang di seluruh negeri. Sementara perut buncitnya memberi firasat kelak ia akan menyerap dan mencerna ilmu yang banyak. Bahkan setelah dewasa ia akan menjadi orang penting (Truno = pemuda; wigati = penting). Tapi oleh kalangan terdekatnya Suwardi kecil lebih populer dengan Jemblung Joyo Trunogati alias Denmas Jemblung.
Dan terbukti, Suwardi tumbuh menjadi pemuda dengan watak dan kepribadian yang dikenal orang di kemudian hari. Sahabat setianya, E.F. Eugene Dowes Dekker melukiskan pribadinya sebagai berikut, “… di dalam tubuhnya yang lemah itu bersemayamlah daya kemauan keras yang selalu dimenangkannya setiap kali ia memperjuangkan sesuatu….”
Yang unik justru bagaimana dia mengganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Sebelum Taman Siswa berdiri, Suwardi membentuk semacam kelompok diskusi yang beranggotakan tokoh-tokoh politik, budayawan, dan filsuf. Forum diskusi “Selasa Kliwonan” (karena diadakan setiap hari/malam Selasa Kliwon) ini dipimpin Ki Ageng Suryomentaram, adik Sri Sultan Hamengku Buwono VII.
Rupanya kemampuan Suwardi dalam hal ilmu keguruan dan pendidikan amat menonjol. Suatu hari R.M. Sutatmo Suryakusumo (anggota Volksraad/Boedi Oetomo) yang memimpin diskusi dengan spontan mengubah kebiasaannya memanggil Suwardi dengan sebutan Ki Ajar.
Cara ini kemudian diikuti oleh teman-teman lainnya. Ketika itu Suwardi menerima julukan tersebut sebagai kelakar semata. Tapi enam tahun kemudian, 23 Februari 1928, Suwardi secara resmi berganti nama Ki Hajar Dewantara. Bernard H.M. Viekke, penulis buku Geschiedenis van de Indischen Archiepel (1947), memberi interpretasi nama itu: “seorang guru yang berhasil menanamkan paham sinkretisme kepercayaan-kepercayaan di Jawa zaman dulu.”
[maf] Buletin “folder BUKU” Vol. 4/Th. 1/Mei 2003

Komentar oleh Kang Nur

Sekolah adalah salah satu sarana dalam proses pendidikan, orang terdidik seperti KH.Dewantara patut kita pelajari dan teladani, cinta kemerdekaan dan cinta kebudayaan bangsa sendiri sepatutnya kita lestarikan. tulisan Kang Nur sangat bagus. terima kasih

Komentar oleh sulaiman

Saya dulu pernah membaca biografi Ki Hajar Dewantara, tapi lupa dimana bukunya sekarang sudah lama banget. Masih ingat di salah satu ceritanya beliau yang dilahirkan di lingkungan keraton sebagai seorang ningrat tetapi selalu berbaur dengan warga biasa. Dan ketika di sekolah, anak-anak orang Belanada memanggil dia dengan olok olok “Suriname-gat” plesetan dari Suryaningrat. Kekompakan beliau dengan saudara-saudaranya sangat menyentuh sekali.

Kang Nur:
Ya, Bu Yuli. Saya bukan orang Taman Siswa atau alumni-nya; tapi sesungguhnya mengharapkan agar ada pihak (terutama Tamansiswa) dapat menerbitkan buku2 yg memuat tulisan pokok2 pemikiran juga biografi Ki Hajar juga. Tentu itu akan banyak bermanfaat bagi generasi muda Indonesia.

Komentar oleh yulism

Mas artikel di atas bagus , kalau boleh saya minta dikit aja ya ? mohon dibalas.

Kang Nur:
lha ya silakan mas Krist, krn tujuan saya menampilkan tulisan di blog (apalagi yg juga hanya mengutip tulisan orang di majalah) adalah agar dapat dibagi kpd lebih banyak orang sehingga bermanfaat. :) silakan.

Komentar oleh krist

wah penggemar pak ki hajar dewantara yah. Arti dewantara apa yah…karena kalau ki hajar artinya bapak hajar hahaha sori oot. sy lagi pucing :) maafkan

Kang Nur:
Lha sudah pake Ki kok pake Bapak lagi? Jadi Saudara Mas Bang Uwiuw dong? :)
Lihat tu di atas:
Bernard H.M. Viekke, penulis buku Geschiedenis van de Indischen Archiepel (1947), memberi interpretasi nama itu: “seorang guru yang berhasil menanamkan paham sinkretisme kepercayaan-kepercayaan di Jawa zaman dulu.” :)
pucing? meoong.. :D

Komentar oleh uwiuw

Bagus sih Artikelnya tapi tolong donk artiin pake bahasa sunda biasa untuk tuugas BIar LeBIh MuDah OK!
sAyA TunggU JAwaBanya SEE YoU!!!!

Kang Nur:
Ada-ada saja.. hua..ha..ha.. :lol:

Komentar oleh DICKY BONA PUTRA

salute buat kang nur
ngak berani koment yang miring diriku

Kang Nur:
wuaa.. :) kalo gitu komentar mas Suwung ini sama dengan “suwung” adanya dong ? :lol:

Komentar oleh suwung

Adakah ini tulisan Anda sendiri. Kalau ya, adakah buku sumber yang Anda gunakan? Kalau tidak, tulisan dari mana? Makasih. Saya sedang mencari sumber-sumber tertulis tentang pendidikan.

Kang Nur:
Lihat tulisan kelanjutannya. :)

Komentar oleh suparlan

saya berterima kasih sekali mulai bermunculan para pemerhati muda yang berkenan membuka cerita lama ketika bangsa kita ini semakin bingung mencari berbagai profil kebangsaan yang sebenarnya, sayapun bukannya hendak mengatakan pribadi kebangsaan yang tepat adalah pribadi kebangsaan eyang Ki Hajar Dewantara, bukan begitu maksud saya, namun saya bersyukur bila kita mau belajar dari salah seorang tokoh pendidikan kebangsaan bagaimana beliau dulu ketika masih hidup sebegitu bangganya menjadi bangsa kita ini yaitu bangsa Indonesia…dan masih banyak peninggalan orisinil beliau tentang konsep kebangsaan terutama pendidikan kebangsaan yang sangat berhubungan dengan kodrat alam, keTuhanan, kemanusiaan, kemerdekaan, kebudayaan dsb. banyak buku-buku baru yg saya baca baik produk dalam maupun luar negeri dengan konsep-konsep pendidikan yg berkemasan istilah-istilah trend masa kini sebenarnya akarnya telah pernah diutarakan oleh beliau sang teratai yang akarnya konon mengikat hati dunia…
sekali alhamdulillah and matur nuwun sanget kagem Kang Nur…jayalah pendidikan bangsaku…walau kini tlah jauh…aku rindu…
tamansiswaku

Komentar oleh zulkarnain Sidabutar, EdD

Selamat HARDIKNAS (Hari pendidikan Nasional) bukan “Hardik, Nas!”

Komentar oleh pondokhati

Alhamdulillah, saya gembira membaca tulisan dan komentar. Sesungguhnya di akhir hayatnya beliau pernah berwasiat agar dirinya tetap dipandang sebagai orang biasa. Dan menanti ajal dengan membenarkan bacaan Yassin yang dibacakan oleh Ki Iman Sudijat. Satu tanda bahwa beliau betapapun juga sangat berhamba kepada TuhanNya. Pada saat yang sama, menjelang kewafatannya ia berwasiat kepada Bung Karno untuk menegakkan NKRI atas dasar Filosofi Bangsa yang digariskan oleh para Bapak Bangsa. Beliau tidak pernah mewariskan harta pusaka kepada anak cucunya, semua yang diwariskan kepada kami hanyalah semangat mengabdi mencari ridlo Illahi dengan memberikan darma bakti untuk negeri dan kemanusiaan itu sendiri. Semua hal tentang Eyang mungkin bisa di-share-kan dengan kami.Sangat senang melihat saudara-saudara kita yang peduli, tidak saja bagi pengembangan Budaya dan Pendidikan tapi juga semangat melestarikan nilai2 kepahlawanan itu sendiri. Salam

Komentar oleh Nanang Rekto

Kami keluarga besar Ki Hajar, sangat berterimakasih atas perhatian saudara-saudara. Memang Ki Hajar pernah berwasiat agar kalau pun ada Biography yang ditulis, biarkan dia ditulis oleh orang lain agar apapun yang dikatakan mengenai beliau diserahkan sepenuhnya kepada publik. Beliau sangat memahami filosofi Sunan Kalijaga yang disarikan dari hadis Nabi yang artinya: Barangsiapa berlaku taat dan meninggalkan maksiat, maka Allah akan menganugerahkan kepadanya kekayaan tanpa harta benda, kemenangan tanpa merendahkan lawan, tanpa pasukan. Yang diterjemahkan oleh Sunan Kalijaga: Digdaya tanpa aji2, sugih tanpa bandha, mletik tanpa suthang, menang tanpa ngasorake. Dan memang Ki Hajar hanya mewarisi semangat para pendahulunya, baik Pangeran Diponegoro, Sunan Kalijaga, Nyi Ageng Serang, ayahanda beliau sendiri dan tentu saja, belajar kearifan dari tokoh2 pejuang kemanusiaan lainnya. Bagi kami, beliau hanyalah seorang Ayah yang penuh kasih, Ayah saya-Ki Bambang Sukowati Dewantara mengatakan: Eyangmu adalah batu karang yang lembut. Satu hal, beliau mewarisi sifat humoris dari ayahnya Pangeran Suryaningrat yang bernama lain Abdullah Sajat. Nuwun

Komentar oleh Nanang Rekto

Mari kita Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia

Komentar oleh Indo

Mohon info kepada para pakar ataupun keluarga Besar KiHajar Dewantar jika sekiranya mengetahui dimana saya bisa mendapatkan buku gratis atau download gratis buku Ki Hajar Dewantara yg berjudul:
BAGIAN PERTAMA: PENDIDIKAN.
Saya sangat ingin memiliki buku tsb karena sgt membutuhkannya untuk studi. Saya seorang guru. Email saya: rudy_srb@yahoo.com
Terima kasih

Komentar oleh Trunojoyo

rian emang ngefans sama ki hajar dewantara ………….!!!!!!!!!!!!!!!!

Komentar oleh rian

thxnk’s ats info’a……

Komentar oleh octha

Coy q cari keistimewaan dari ki Hadjar Dewantoro please cariin npa? pucing nich mikirin Ki Hajar Coy?

Komentar oleh dewi

ki hajar dewantara memang seorang yang baik.

Komentar oleh lita

aku suka ki hajar dewantara
saya suka kehidupan ki hajar dewantara :)
:P

Komentar oleh pinochio

ki hajar dewantara orangnya lembut pintar dan jenius aku sangat bangga pada bapak pedidikan aku mau jadi seperti bapak pedidikan

Komentar oleh antika

ka aQ gi Da TUgaS bWT gEOGrFi b.SUNda toLONG banTuin Donk!!!

Komentar oleh dua_rr

Salam intelektual Muda..
harapan saya selaku putra bangsa, ingin kisah-kisah para pejuang tidak hanya diaplikasikan dalam dunia maya seperti ne namun alangkah baik-a jika kisah2 tersebut kembali menemani murid2 dibangku sekolahnya seperti dulu….

MARI KEMBALI KITA MENGENANG SEJARAH

Terima kasih

Komentar oleh Intelektual Muda

APAKAH U PERNAH KE MAKAM KI HAJAR DEWANTORO

Komentar oleh fitriah mekah sari

aQ gie cari keistimewaan Ki Hajar Dewantara nieh..? Tapi d’sni gag da.. Pdhal kn nie wat tgas. Tlong cariin dunx..! PLECE….

Komentar oleh AYUN

aku arep ngolehke kisah sang ki hajar dengan detail, wktu mendirikan taman siswa, isoooo?

Komentar oleh amin

:D <3

Komentar oleh reyas

:) :*

Komentar oleh reyas

tolong artiin dong biografinya dalam bahasa sunda

Komentar oleh ulfi

tolong artiin dalam bahasa sunda

Komentar oleh ulfi

aU cK 5 gRtx

Komentar oleh dewi

aU cK 5 crTX

Komentar oleh dewi

ki hajar dewantara kau pahlawan ku

Komentar oleh jasmine

makasiiiiiiiihhhhhhhhhhhh saya sering bikin mading arena buat seklah tiap bulan bulan ini temanya pendidikan sooo, artikelnya sangat bermannfaaatt untuk mading dengan topik pendidikan….. makasiiiiiiiiiiiiihhhhhhh……..

Komentar oleh melinda

hehehe

Komentar oleh ada aja

Beliau (Ki Hajar) memiliki sahabat sekaligus partner dalam mendirikan Taman Siswa, yakni Ki Tjokro Dirdjo (R. Soemarsono). Beliau ini juga berjasa membuat konsesp Taman siswa dan berjasa atas Taman Siswa.
Makam Ki Cokro inipun ada disamping makam Ki Hajar.

R. Andy Yoga Pramudhita, SE

Komentar oleh Sabda Jagad

QWu bangga skali kepada KI HAJAR DEWANTARA ea tu phlawan nasiOnal

Komentar oleh aulia

sebagai bangsa yang besar kita tidak boleh melupakan jas merah….

Komentar oleh prasetyo

trlalu panjang cerita na
pucinkk gtw
prh baah

Komentar oleh lena

UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA is Good for next generation,,,pkokoke sip lah….

Komentar oleh Arif Yuli S

YAHUUUT….. AKU HARUS BELAJAR LEBIH GIAT LAGI :D :)

Komentar oleh Amalia

Baguz Bgt

Komentar oleh Guna

ing ngarso sung tulodo — di depan memberi teladan
ing madyo mangun karso — di tengah membangun karya
tut wuri handayani — di belakang memberi dorongan
Kita perlu prihatin bahwa semboyan ini tinggal berbekas pada lambang pendidikan.

Komentar oleh H.Karmin

saluut buat pahlawan satu ni…..

Komentar oleh fadlianty yahya

artikel ini bagus buat hasil tugas ??? yeeaaaccchhh

Komentar oleh eka ayu

Wow, luar biasa..
Smg anak skrg dpet makin mendalami jasa para phlawan ia..,, yg lbih smpurna lg bza jd kya yg diataz, ok:) indonesia merdeka !!

Komentar oleh Chavendha voleyvell

Itu cerita’a bagus dan kita juga harus menghargai’a

Komentar oleh Vinda ayu

wah, pahlawan’ indonesia itu hebat berani mempertaruhkan nyawa, demi bangsa indonesia, dengan bgitu aku berjanji akan menjaga bumi pertiwi, serta merawatnya, aku juga harus mempunyai semangat juang sperti , semua pahlawan, semangat juang tsb dengan cara rajin belajar, agar aku bisa mengerjakan UN ( ujian nasional ) amin
ya, walaupun aku msh kls 3 smp, aku akan bljr dgn rajin

Komentar oleh raden roro resha ika lestari sausan

Y ampun,,,
q ng’fans bngt sma KHD,,,
beliau b’jsa bngt buat bangsa kita,,
dan pdli trhdp rakyat jelata ,,
klo beliau g bkn sclh TAMAN SISWA ,bsa jadi skrng kita msh d’ja”h . . .

Komentar oleh Nadiya

Y ampun,,,,
q ng’fans bngt ma KHD . . .
Beliau tu br’jsa bngt ma bangsa kta,,,
dan bliau pdli ma rkyt jelata,dnng mmbuat sclh “taman siswa”,dan mnjdkan rkyt indonesia mnjdi pintar,,,
bsa jadi skrng kita msh d’ja”h ma belanda/jepang,,,

Komentar oleh Nadiya

saya ingin bangsa INDONESIA Telahabadi dan tiada persekutan bangsa bangsa kami yang sudah menjajah bangsa (eropa)datang ke indonesia ?indonesia sudah berkorban untuk merdeka BANGSA INDONESIA MERDEKE>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> (untukmasadepan kami<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Komentar oleh zaenal

gablok

Komentar oleh zaenal

hahahayerr ..
tuk tambah” ilmu ..

ADx
YK
SUU …!!

Komentar oleh ardhi

ada yang bahasa sunda nya ga ? biasa untuk tugas nih
hehe

Komentar oleh Tika

lucu artinya:)

Komentar oleh beta_vina

semoga bisa di terima

Komentar oleh beta_vina

namaku Indonesi, ayahku Rakyato, ibuku Rakyati baca di yantosalim.blogspot.com

Komentar oleh Yanto Salim

Pemikiran Ki Hajar Dewantara membuktikan kepada kita para generasi penerusnya bahwa Indonesia juga memiliki tokoh pendidik yang tidak kalah dengan tokoh-tokoh luar negri. Lebih lagi pemikiran ini sangat sesuai dengan iklim budaya bangsa. Mari kita lesstarikan dan wujudkan pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara.

Komentar oleh Br. Antonius Mungsi.O.Carm

Ki Hajar Dewantara adalah pahlawan yang benar benar ingin memajukan bangsanya di masa itu sekarang banyak anak bangsa yang takut dan terpaksa untuk menuntut ilmu di sekolah seakan akan terbebani dengan setumpuk materi yang harus dihafal agar mendapat nilai terbaik bagaimanakah menciptakan anak bangsa yang gemar akan ilmu yang dia dapatkan tanpa keterpaksaan.

Komentar oleh Tiwi Surya

terima kasih icin copy paste buat untuk sekolah kami

Komentar oleh ucokmonalisa

Reblogged this on relaxteacher and commented:
Als ik eens Nederlander was

Komentar oleh Arry Syakir Gifari

Do you mind if I quote a few of your articles as long as I provide credit
and sources back to your weblog? My website is in the
very same area of interest as yours and my visitors would certainly benefit from some
of the information you provide here. Please let me know if this ok with you.

Appreciate it!

Komentar oleh Immigration Solicitor in Tottenham

Shortcut DIY Incense & Aromatherapy Blends to Go with Them – includes:
Relaxing Blend, Purify my Space Blend, Exotic
Blend, and Fresh Burst Blend, plus an easy recipe for DIY incense making.
He grinned as he thought of the look of shock that would be on his
friend’s faces, some of them new friends. Thin plastic headband Thin craft ribbon in the same color as your dress Hot glue gun Small craft rhinestones.

Komentar oleh hair accessories

Avoid using a coupon just because you have it If there is a coupon for
an item that is not a great deal and is not needed, do not use it.
Another follow up e-mail was sent when the item was placed in the
mail, with links to the tracking number. There’s been reports from a variety of sources that Amazon.

Komentar oleh automatedcenter.com

ok

Komentar oleh ilham

I’m really impressed together with your writing talents as well as with the format in your blog. Is that this a paid subject matter or did you customize it yourself? Anyway stay up the excellent quality writing, it is rare to look a nice weblog like this one these days..

Komentar oleh tin nhanh trong ngày

kenapa si pada suka sama ki hajar dewantara?????????

Komentar oleh gita

I haven’t checked in here for some time since I thought it was getting boring, but the last few posts are great quality so I guess I’ll add you back to my daily bloglist. You deserve it my friend :)

Komentar oleh Habibi

Dear, this book is a must read for any woman trying to get pregnant.

I was devastated and so was my husband after being told by
my fertility specialist at age 38 that I had no option but to consider adoption or
donor eggs (according to my doctor I was out of eggs and gave me 4% chance of
getting pregnant and a 2% chance of carrying a baby to full term).
After much research and dozens of hours reading infertility related articles and posts online, I have found your book!
I never believed in anything alternative to western medicine and
thought all the other stuff like Chinese medicine
was a hoax. But I was soon glad to be wrong as I followed your step
by step guidelines. After one month of trying I became pregnant and
had a beautiful healthy boy. Nine months after that I did everything in your book again and after 2 months of trying I got pregnant
again and gave birth to another perfect little boy.
I would recommend anyone with an open mind to read your book.
It just might be the answer to your prayers. Thank you for
everything you have done for me.!
http://wonderpregnant.com

Komentar oleh how to get pregnant




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: