The Nurdayat Foundation


Saat Cah Ndeso Ikut-ikutan Spekulasi di ‘MLM’
Selasa, 23 September 2008, 1:09 pm
Filed under: Serba-serbi | Tag: , ,

Jathilan

Pada tanggal 20 September 2008 lalu, tidak saya sangka sebelumnya ternyata ada 2(dua) pemilik-penulis blog yang telah melibat-libatkan😆 nama saya dan blog saya ini ke dalam postingnya, yaitu Mas Dino dan Mas Ahmad Sholeh. Apa pikir saya? “Wah, ini MLM..”, begitulah pikir saya.

Hua..ha..ha… Saya jadi teringat dengan Slamet anak tetangga saya yang jadi korban MLM (multi-level marketing). Dia barusan lulus SMEA saat itu. Saat dia masih sekolah, saya juga mendengar keluhan dari Lik Wagiyo (ayahnya) ttg biaya sekolah Slamet yg besar dan berat dirasakan bagi Lik Wagiyo. Belum lagi malah ada diwajibkan ikut study-tour ke Bali pula.

Lik Wagiyo adalah tetangga di pojok depan rumah (orangtua) saya. Sehari-hari ia hanya buruh tenaga kalau ada orang-orang tetangga yang membutuhkan tenaganya. Dulu tenaganya masih kuat, kini sudah lebih dari 50 tahun, maka tentu tetangga yang percaya akan kekuatan tenaganya makin berkurang. Ibu saya sendiri biasa minta tolong kepada Lik Wagiyo untuk memetikkan kelapa, karena jumlah pohon kelapa di pekarangan orangtua saya memang lebih dari 20 batang.

Lik Wagiyo pandai menganyam segala macam anyaman. Ia dapat menganyam mulai dari perkakas dapur/rumah-tangga ala jaman dulu (ada kukusan, tomblok, tenggok, wakul, bodhag, kreneng, krombong, wuwu) hingga kuda kepang untuk jathilan. Di “Jaman Pembangunan”-nya Orde Baru dulu dia sering diminta oleh Pak Lurah untuk ikut “Pameran Pembangunan” di kabupaten untuk memamerkan barang-barang hasil karyanya itu. Tapi entah kenapa sehabis pameran itu penghidupannya juga tidak ada perubahan. Kiranya ‘proyek-an’ Pak Lurah sudah menguntungkan Pak Lurah.🙂

Lha si Slamet anak Lik Wagiyo ini, selepas SMEA ada dikabarkan ia pernah ikut famili ke Jakarta entah mana, dan katanya juga dapat gaji uang cukup. Buktinya, Lik Wagiyo menunjukkan bahwa tumpukan batu (batu kali bahan bangunan) yang membukit di depan rumahnya adalah kiriman dari Slamet ini. Begitulah seorang anak di desa yang mulai mandiri untuk membalas-budi kepada orangtuanya. Namun setelah itu, Slamet pulang dari rantau entah kenapa. Lalu dikabarkan lagi, ia kerja di sebuah hotel di kota Yogya. Tak tahu pula kenapa kelihatannya ia tak kerja di situ lagi setelah itu.

Saat itu mendekati jaman krisis moneter. Orang-orang di padukuhan saya ndadi (=trance) mendirikan kumpulan jathilan. Slamet pun ikut ndadi. Penganyam kuda-kuda kepang untuk jathilan tu adalah Lik Wagiyo sendiri. Kebanyakan orang di padukuhan saya ikut menggila menari-nari sambil kerasukan saat itu. Hanya beberapa orang saja yang nggak ikut njathil, antara lain saya. Saya malu ikut njathil begitu.

Satu sore setelah masuk masa krismon, Slamet mendatangi saya, mengajak saya utk ikut MLM. Saya bilang, “Ya kapan2 saya akan ikut hadir di presentasi”. Satu saat saya memang ikut hadir di satu presentasi yg diselenggarakan MLM itu di Hotel Santika Yogya. Saya wong ndeso yg tak pernah masuk hotel klicat-klicut klithah-klithih di situ. Sementara peserta lain berpakaian perlente naik mobil, saya berpakaian ala kadarnya dan naik motor butut. Saya heran bagaimana bisa Slamet yang suka njathil ini ikut kumpul-kumpul di tempat orang2 perlente kayak gini.

Ternyata memang Slamet ditawari mimpi-mimpi indah… dan ia terlena. Ia menyetorkan uang sejumlah 1,5 juta. Uang sejumlah itu tentu besar sekali artinya bagi Slamet dan Lik Wagiyo di awal tahun 1998 itu.

Saya terpana ketika tahu bahwa ia telah menyetor uang itu. Saya bilang padanya, mengapa uang itu tak didepositokannya saja ke bank? Saat itu bank tengah tinggi2nya suku bunga deposito-nya karena untuk meraih uang dari nasabah.

Jadilah uang Slamet itu hilang tak berbuah. Ia terlena terkena bujuk rayu MLM, sementara ia tak berkemampuan untuk mengembangkannya dan jaringannya. Slamet sekedar percaya karena MLM itu dipimpin juga oleh garwo dalem Gusti Djojo.

Jadilah posting saya ini jadinya malah bercerita tentang seorang cah ndeso yang terbuai mimpi indah tawaran dari MLM. He..he..he..😦

Slamet jatuh cinta kepada Ninik, anak tetangganya yang manis-cantik kulitnya putih (tapi rambutnya agak pirang🙂 ). Ayah Ninik seorang pensiunan polisi. Ninik selulus SMA sekolah perawat di Saint Elizabeth Semarang. Ada intrik pemuda menyusul ini. Jojon adik Ninik dan geng-nya kurang suka kepada Slamet. Ada saling fitnah, saya kira. Ada pula dukun bertindak, katanya. Slamet jadi pusing-pusing. Pusing-pusingnya menjadi-jadi. Waktu itu bulan Suro jaran-jaran (=kuda-kuda) jathilan lalai tidak “diombekke” (harfiah= diberi minum, dimandikan dengan ubarampe sesaji di mata air padukuhan). Lalu orang-orang bilang bahwa Slamet kesurupan jin jathilan yang marah karena jaran-jaran itu tidak diombekke.

Kini Slamet biasa duduk tenang di bilik bambunya.

Setelah menjalani perawatan beberapa lama di Rumah Sakit Jiwa Pakem (kini RS Grhasia) beberapa tahun yang lalu itu, ia tidak banyak beraktivitas di luar rumah.

Mohon maaf bila saya belum membalas tulisan dari Mas Dino dan Mas Ahmad Sholeh. Saya malah bercerita tentang Slamet yang kelihatannya belum slamet. Entah nanti di akhir cerita.

Bagi yang menunggu sambungan ulasan buku “Ramadhan di Jawa” Andre Moller, tunggu saja.

-o0o-


14 Komentar so far
Tinggalkan komentar

iya memang yang namanya slamet itu pantasnya dimasukin rumah sakit jiwa

Kang Nur:
tapi kalo Slamet teman sampeyan itu ‘kan sudah sembuh😆

Komentar oleh mantan kyai

waa jadi inget ne kang, doloe q pernah hampir jadi korban mlm, untung masih mikir” kok gini yha cara kerjane”, ruangan ber Ac, duduk2 pokoke sante, eh ternyata UUD (ujung2e duit) waaa yha ra sido hihihi, padahal butuh duit bwt bayar skul

Kang Nur:
bagi orang berpendidikan, berwawasan, berpengalaman; mungkin MLM tidak ‘berbahaya’..; juga bagi yg waspada dan tahu resiko serta siap bekerja dgn realistis. tapi bagi cah ndeso yg sekedar suka berkhayal, itu memabukkannya dalam mimpi2..

Komentar oleh aquamarine

maaf jika isi pesan berikut mengganggu aktivitas kamu.. aku cuma mau kasih tau aja, ada sebuah situs social bookmarking yang berisi kumpulan berita-berita menarik yang paling update diseluruh indonesia,dan memang situs ini berbasis bahasa indonesia… klo nggak keberatan tolong cek situs ini yah.. semoga bermanfaat..

>>> http://www.lintasberita.com

coba di share aja semua tulisan km di situs itu ,mudah2an bisa membantu naikkan traffic blog ini ,keep up the good post ok.. btw.. ever thought bout adding lintasberita’s widget?? cek disini aja yah

>>> http://www.lintasberita.com/tools.php

thanks…. sory klo keliatannya spamming.. but seriously… im just helping you out here…

Komentar oleh rizky

Wahaha.. istilah anyar.. MLM karo arisan.. Digarap lo pak.. aku pingin ngerti siapa Kang Nur yang sebenarnya..

Kang Nur:
maaf kalo saya bikin istilah2 baru utk model award2-an antar blog ini lho mas Dino🙂 . smoga istilah baru itu memperkaya perspektif. saya tersanjung kalo mas Dino mengikutkan saya. berarti blog saya ini Mas Dino anggap ada nilai-nya. Namun, alih2 positivis, sbg wong ndeso yg terpengaruh ajaran Mbah Samin Surosentiko, saya di blogosphere ini memang ingin mengambil peran utk ‘tidak mudah percaya dgn hal2 yg sedang ato akan menjadi trend’. delapan bulan nulis di blog dan baru 50-an posting yg banyak di antaranya mrpk ambil/gubah-kutip dari media lain, saya kira saya masih jauh untuk dianggap pantas diberi award oleh pemilik/penulis blog lain.
namun kita semua akui sbg media-sosial; saling link, saling komentar, dan pembentukan ‘niche’/komunitas sesama penulis blog adalah sangat diperlukan utk ‘kelangsungan hidup’ semangat nge-blog.
namun, tentu adalah hak setiap penulis juga utk membuka diri terbuka atau sedikit2 saja. betul kan mas? maka saya memilih yg membuka diri ‘sedikit2 saja’ itu.😆

Komentar oleh Dino

mudah-mudahan nasib kita tidak setragis selamet itu ya kang

Kang Nur:
saya tidak menulis atas nama dan seijin slamet yang ini maupun slamet-slamet yg lain. sesungguhnya merekalah yg berhak berbicara dan bercerita atas nama diri mereka sendiri. mereka tak sampai utk menyampaikannya, namun mereka memang ada.
membangun jaringan dan silaturahmi tetaplah wajib, bermanfaat dan berpahala. yg tragis adalah bila mimpi indah menjadi neraka.🙂

Komentar oleh Achmad Sholeh

tapi biar bagaimanapun malangnya nasib si slamet ini, alhamdulillah dia masih tetep slamet (selamat), cuman masuk RSJ aja…

Kang Nur:
iya, betul.. kan gak sampe bunuh diri ato masuk penjara? dia tak melakukan perbuatan yg merugikan orang lain / orang banyak, paling2 ya hanya orangtuanya dan dirinya itu yg rugi🙂

Komentar oleh tika

wah serem juga tokoh kita kali ini,
bagaimanapun kita mesti ngambil hikmah dari
kisah ‘Slamet’ kali ini.
soal MLM kalo kita mau sedikit pake nalar,
santri ndeso-pun tahu kalo ayatnya (Qur’an) jelas,
apakah usaha model MLM gitu cocok/lurus apa enggak?
cocok aja kalo ilmu-nya kang Nur (tulisan di blog ini) yang di-MLM-kan, artinya ‘gethok tular’
sambil diskusi, keuntungan-nya jelas ‘slamet’ dunia akhirat.

Kang Nur:
orang yg ingin sukses di dunia perlu ilmu, orang yg ingin sukses di akhirat juga perlu ilmu.
orang yg ingin kaya tanpa kerja, itu mirip orang yg pingin masuk surga tapi tak mau belajar agama dan beribadah.🙂

Komentar oleh Jalu

Mohon maaf lahir batin

Kang Nur:
sama2 mas Andi. smoga habis lebaran bisa wareg (=kenyang) lagi, dan bisa beri2 komentar di blog ini.🙂

Komentar oleh Andy MSE

Saya terpana ketika tahu bahwa ia telah menyetor uang itu. Saya bilang padanya, mengapa uang itu tak didepositokannya saja ke bank? Saat itu bank tengah tinggi2nya suku bunga deposito-nya karena untuk meraih uang dari nasabah.—–biyar ndeso tapi tetep mudheng bunga deposito lagi membumbung tinggi mas xixiixix—–

ealaaaah tak baca sampe tuntas akhir, malah ndak nyritakno mas dino dan mas sholehnya.

EBONG, anti MLM, makaciy

Kang Nur:
lhah memang ada sodara yg kerja di bank..🙂 wong ndeso utk tetap hidup kan memang juga perlu cari2 info?🙂
ttg Mas Dino dan Mas Sholeh: bisa taruh kursor di namanya itu yg merah, ada link-nya.

Komentar oleh cebong belenang ipiet ipiet

MLM…. sebenarnya juga dapat menjanjikan penghasilan yang lebih dari lumayan, namun ya perlu kerja keras juga. Yang penting diingat adalah tidak ada pekerjaan yang dengan mudah dijalani dan terus menghasilkan uang, semua harus dengan susah payah berkeringat. Jikalau ada yang bilang dari MLM atau dari usaha anu atau usaha itu dapat dengan mudah duit mengalir dengan ongkang2, wah itu pasti bohong besar…..!

Bisa jadi sih dengan ongkang2 duit mengalir, tetapi ya tentu harus dengan modal yang banyak sekali seperti menjadi pengusaha…

Kang Nur:
setuju Bang Yari, dan manfaat ikut MLM adalah pengalaman utk meningkatkan kemampuan dalam membangun jaringan ‘kan? bila yg masuk MLM itu berbakat bersosialisasi membangun jaringan, mungkin juga akan lebih baik hasilnya daripada yg tidak

Komentar oleh Yari NK

weh, satu-satunya kerjaan yang ongkang-ongkang dapet duit ya cuma juragan kontrakan:mrgreen:

Kang Nur:
maka akhirnya justru tidak barokah bagi yang belum apa2 sudah berpikir begitu ‘kan ya? saya kira Slamet menjadi tidak slamet karena ada berkerangka anggapan seperti itu memang. …
namun begitu, saya kira tidak sedikit orang yg yakin akan sukses di MLM karena selain dia pandai membujuk-rayu, dia juga yakin akan ada korban2 yg empuk yg dapat dijadikan sasaran bujuk-rayunya..

Komentar oleh idiotz

keknya slamet harus dibikinin sukuran ganti nama mas…

namanya diganti jadi “ra patio slamet”

Komentar oleh anakrojo

mengapa hrs alergi thd mlm? sy tdk membela slamet, tp komentar mas yari memang betul. satu hal klo mau nyebur ke dunia mlm adl hrs tw perusahaannya, produk yg dipasarkan & kompensasi benefit plannya yg wajar dan realistis. di samping itu nilai positif yg bsa diambil adl kemampuan mengembangkan potensi diri. salam bwt temn-2 klo main ke tawangmangu mampir, sy jg wong ndeso dari gunung lawu.

Kang Nur:
scr umum, posting saya ini hanya menyajikan sebuah ‘fenomena sosial’ yg saya lihat dan saksikan. apa yg terjadi pada Slamet tentu saja belum tentu (=jangan sampai) terjadi pada pembaca lain yg ikut MLM. saya harap begitu.:)
OOT BTW: link blog mas asadiman kok gak nyambung?😦

Komentar oleh diman

ada yang butuh software sekolah gak???
Ayo2, diobral nih, demi kemajuan pendidikan di indonesia, Cah Mangir Oyee… turut mendukung berdirinya perusahaan2 yang bergerak dibidang IT utuk kelancaran prosses pendidikan di negara ini.

http://www.ghifa-mandiri.com

http://kitakelolamangiryuk.xtgem.com/index1.html

Komentar oleh diyan




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: