The Nurdayat Foundation


Pandangan Boediono
Kamis, 11 Juni 2009, 6:13 pm
Filed under: Ekonomi | Tag:

Meleset dari yang saya harapkan, setelah menunggu-nunggu, ternyata TVRI pada pd Senin 1 Juni 2009 jam 22.00 WIB tidak menayangkan acara Dialog Aktual Plus, yang sudah di-announce pada episode sebelumnya oleh host acara itu katanya akan akan menampilkan Boediono. Saya cukup jengkel dan menggerutu karenanya. Tidak ada pemberitahuan secuil meski lewat running-text sekalipun. Saya nggak jadi muji TVRI, dah.

Namun kekecewaan saya ini atau siapapun kiranya tidak usah berlarut-larut. Kini kita syukuri hampir tiap malam, apalagi setelah masuk masa kampanye ini, kita dapat melihat bahasan-bahasan visi-misi capres-cawapres kita di banyak stasiun TV. Selain itu toh kita juga masih dapat baca di koran atau media-massa lain. Pendeknya masa waktu kampanye menjadikan media yang massal dapat menjangkau publik pemilih menjadi pilihan yang efektif bagi para capres-cawapres. Blog di internet dapat menjadi ‘perekam’ yang menyajikannya bagi orang-orang lain yang tak sempat menonton atau membacanya langsung.

Berikut ini adalah ‘rekaman’ wawancara wartawan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) dengan Boediono, yang dimuat di Harian Jogja; Selasa, 9 Juni 2009:

Jika SBY-Boediono terpilih, grand strategy seperti apa yang akan digelar untuk mencapai semua yang telah disampaikan pada acara deklarasi?

Secara garis besar upaya kami diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Muara akhirnya akan ke sana. Bahwa apapun yang akan kita lakukan di bidang ekonomi, politik, dan sosial, kebijakan ini harus muaranya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kalimat besarnya seperti itu.    

Itu artinya bahwa apa yang kami rumuskan sebagai kebijakan itu akan diuji dengan hasil akhirnya, apakah meningkatkan kesejahteraan rakyat atau tidak. Termasuk masalah pertumbuhan ekonomi meningkat, semuanya harus kita ukur, bukan hanya pertumbuhan ekonomi itu setop.

Namun, apa nanti dampaknya pada manfaat meningkatkan kesejahteraan rakyat secara umum, inflasi harus begini. Tapi akhir-akhirnya pertanyaannya adalah ini manfaatnya apa. Investasi ditingkatkan dan seterusnya, itu akhirnya juga pada kesejahteraan rakyat.

Ini berarti bahwa kebijakan yang biasa kita kenal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, untuk meningkatkan investasi, menjaga kestabilan harga dan kurs, dan macam-macam itu, kebijakan ekonomi secara teknis itu harus dibarengi dengan upaya untuk mendorong agar manfaatnya maksimal bagi masyarakat.

Ini bisa macam-macam caranya. Ini namanya mungkin intervensi atau apa oleh negara. Hal itu bisa mempercepat aliran manfaat dari kenaikan indikator ekonomi menjadi kenaikan indikator kesejahteraan rakyat.

Jadi, artinya kita jangan melihat sepotong-sepotong; kebijakan ekonomi, investasi, begitu saja; tanpa diimbangi dengan kebijakan lain yang bisa membuat aliran dari manfaat ekonomi makro menjadi manfaat ekonomi sosial kesejahteraan masyarakat. Ini nanti kita jalankan dalam berbagai bentuk.

Bagaimana mengintegrasikan kebijakan di sisi moneter, kebijakan fiskal, dan sektor riil agar semua koheren sehingga meng-create pertumbuhan tinggi dan lebih banyak job, menciptakan lebih banyak nilai tambah yang lain?

Kita kan mengenal bahwa: tujuannya moneter untuk ini, perbankan untuk ini, fiskal untuk itu, dan kebijakan sektoral macam-macam, ya.. untuk mendukung sektor.

Saya kira memang faktor integratif inilah yang harus menjadi fokus nanti dalam tim mendatang. Yang saya sebut tim adalah seluruh menteri, wakil presiden, dan puncaknya adalah presiden. Sebagai suatu tim, mereka bekerja sebagai tim; jadi harus fokusnya pada team-work.

Artinya, semua kebijakan nanti harus kita upayakan untuk makin ke situ. Perangkatnya sebenarnya sudah ada, ada menko-menko. Menko ini sangat strategis perannya untuk mengkoordinasi lembaga-lembaga departemen di bawahnya sehingga terjadi koherensi di bidang ekonomi, bidang kesejahteraan rakyat, dan bidang polhukam.  Jadi, mungkin, ya.. kurang lebih tiga bidang ini. Masing-masing mengkoordinasi di dalam kelompok bidangnya tapi di antara tiga ini harus kita koordinasi lagi. dan ini barangkali peran wakil presiden dalam membantu presiden, untuk mengkoordinasi ketiganya.

Nanti kira-kira bayangan Pak Boed di posisi wapres seperti apa? Apa bedanya dengan yang sekarang?

Secara spesifik saya belum bisa memberi penjelasan. Nanti kan harus kita bahas dengan presiden mengenai tanggung-jawab masing-masingnya. Tapi sekali lagi, yang saya katakan tadi, tujuan akhirnya kita akan membentuk tim. Tim yang bisa berdaya guna, efektif untuk mencapai sasaran, itu yang terpikir oleh saya.

Apakah termasuk preferensi Anda untuk anggota kabinet?

barangkali nanti dalam pembentukan kabinet, kalau kami mendapatkan mandat, saya yakin bapak presiden akan berbicara dengan saya.

Khusus untuk tim ekonomi, apakah ada komitmen tidak ada preferensi politik, orang politik atau intervensi politik?

Saya harapkan memang di bidang ekonomi. Saya harapkan ya, saya tidak tahu, keputusan ada di tangan Bapak Presiden. Nanti kompetensi, integritas, dan kemauan bekerja sama, menjadi kunci dalam bidang ekonomi. Hal ini sangat penting untuk dicapainya sasaran bersama, bukan sasaran individu masing-masing.

Apa Pak Boed yakin seluruh  partai pendukung koalisi akan searah?

Ya ini kan harapan saya.  Tentunya tim ini solid. Terutama di bidang-bidang yang strategis, ekonomi, keuangan, kesejahteraan sosial, pertahanan keamanan. Ada ruang kalau melihat pengalaman beberapa waktu ini untuk lebih baik. Dengan kesepakatan politik dengan partai-partai ini sekarang nampaknya lebih jelas lagi. Koalisi ini batasan-batasannya lebih jelas.

Kesannya SBY-Boediono lebih cermat jadi lambat. Bagaimana meng-address ini?

Teamwork. Jadi jangan dilihat nanti saya secara pribadi. Saya kira para menteri ini peranannya besar sekali dalam kabinet, driving force-nya mulai dari menteri-menteri. Tinggal kita bisamensinergikan, meratakan jalannya, saya kira tidak ada masalah.

Bagi saya maju cepat bisa, asal jangan nabrak dan akuntabel. Gini ya, kita cepat dan jangan merusak sistem. Untuk membentuk sistem, yang penting sistem itu adalah masalah aturan main, kita bisa cepat tapi mungkin memotong aturan main, kan enggak benar.

Jadi, harus kita tetap dalam kerangka jangka panjang kita terbentuk suatu aturan main yang sustainable. Tapi bukan berarti kita lambat. Kita bisa dalam batasan-batasan, jangan sampai sasaran membentuk aturan main yang baik ini kita lupakan.

-o()o-


12 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Baca2 sambil belajar…

Komentar oleh marsudiyanto

Sejauh ini jawabannya nggak asal-asalan dan berkelas, hehe….salut?!!

Komentar oleh mas8nur

belajar sambil baca2…

melu2 pak marsudiyanto

Komentar oleh ciwir

konsep ekonomi jalan tengah
atau ekonomi tengah jalan?

Komentar oleh ciwir

ah nambah satu lagi ah…
biar blog ini keliatan rame, banyak yang komen
wakakakakkkk

Komentar oleh ciwir

diriku kalo disodori APBN paling juga puyeng,😀
kebijakan apapun tentu ada yg pro dan kontra

kadang sentimen masi berperan besar dalam menilai kinerja orang

misal Pak Boed bisa jalan di atas air pun, pasti dibilang “ah itu si gara gara ga bisa berenang”

Komentar oleh cebong ipiet

tanyakan pada pak budi, tahu nggak pohon beras, pohon gula. kalau beliau tahu tanyakan pada menteri2 & anggota dewan, tahu nggak pohon tempe, pohon tahu, pohon kecap, tahu nggak ikan itu hidupnya di laut, rawa atau kali…..

Komentar oleh ardianzzz

ssssttt.. manggil saya yaaaaaa.. ada apaaaa..
Salam Sayang

Komentar oleh KangBoed

semoga beliau konsisten akan kata-kata beliua, sesungguhnya merubah ekonomi itu tidak semudah merubah kedua telapak tangan….
boleh bertukar link,..by fajarbukan.blogspot.com

Komentar oleh fajarbukan

Mereka ialah orang-orang baik diantara ratusan juta rakyat indonesia, kenapa kita harus mencelanya akankah kita akan lebih baik dari mereka jika kita diberi posisi yg sama

Komentar oleh Wh

wah kalau masalah seperti ini terkadang saya malah bingung untuk memuji atau mencelanya sebab kadang aku secara individu belum tentu lebih baik atau memiliki solusi yang lainnya
masalah yang ini saya tidak akan berani melawan nurani dan tak sesegera memuji dan mencela he he he
aku mungkin tak akan lebih bagus dari orang lain

Kang Nur:
koment mas kelir saya gabung ni boleh ya?

Komentar oleh genthokelir

Apa pun jawaban Pak Budi, nantinya pasti mengikuti SBY… kalo menang.
salam superhangat.

Komentar oleh cenya95




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: