The Nurdayat Foundation


sajak gemblung pancen tenan
Sabtu, 24 Oktober 2009, 5:00 pm
Filed under: Serba-serbi | Tag: , , ,

Sajak-e gemblung? Jebul pancen tenan.
Bapak2, Ibu2, kubuat empat sajak-e.
Ayo dibaca.  Smoga mnghibur ya?

Dadu Sudah Dilempar

Dadu sudah dilempardice
Dada makin berdebar
Mana yang  ‘kan terkapar?

Ku di sini menanti
Bertepuk-tangan lagi
Menambal baju sendiri

Apa yang  ‘kan kuberi
Jangan kautanya lagi
Jatahku menagih janji

Kau tak minta do’a
Kau tak minta restu
Apa-apaan kamu?

-oOo-

Cintaku Terpanting-Pontang

Duduk-duduk di sini
Nikmati mentari pagi
Tamanku sungguh asri

Orang-orang mulai pergi
Mencari sesuap nasi
Sampai senja ‘kan nanti

Aku belum beranjak
Punggung blum juga tegak
Seperti kena tertembak

Diri tertembak cinta
Tak diduga dinyana
Malah bingung terasa

Rasanya campur-aduk
Bukannya aku mabuk
Tapi mikir hari esok

Cinta ni yang ke berapa
Jangan pula kautanya
Sungguh malu rasanya

Ada cinta karna biasataman sudra di barat
Tidak biasa mana bisa?
Toh tidak bisa dipaksa?

Bercanda jadi sungguhan
Terjebak permainan
Bukan kehendak tuan

Apa adanya jalani saja
Akhir cerita bagaimana
Apakah kuasa kita?

Sambil mikir cari uang
Juga banyaknya hutang
Cintaku terpanting-pontang.
-o0o-

Fisbuk Bikin Mabuk

Media baru namanya Fisbuk
Belum ada di jaman duluk (he he he.. maksa :-D)

Baru ada stlah internetmain Fisbuk
Masuk rumah juga hp-set
Dijinjing laptop bukan hanya warnet

Bikin orang kecanduan online
Kayak kagak ada kerjaan lain

Siapa kamu yang begitu
Gak usah mungkir, silakan ngaku
-o0o-

Tivi Berani Genit

Masih ingat jaman dulu
Saat tivi sekampung cuma satu

Siaran berita isinya cuma orang rapat
Kalo gak ikut penataran didamprat

Itu jaman Pe Empat
Aparat-aparat juga keparat

Atas petunjuk Bapak Presiden
Mengalahkan tampilnya sinden

Itulah jaman Harmoko
Hari-hari omong kosong

Siaran tivi sore-malam
Pagi-siang entah kemana

Masih banyak putih-hitam
Jarang punya yang berwarna

Kini tivi banyak sekali
Semuanya bersolek diri

Bukan hanya tingkat nasional
Tapi juga ada di lokal

Satu sama lain bersaing
Acaranya mencari rating

Apa sih arti rating
Ah itu tidaklah penting

Rating tinggi banyak iklan masuk
Agar uang pun bisa menumpuk

Dulu tivi negara berikan penerangan-penyuluhan
Kini tivi swasta mana bisa tahan?

Gaji karyawan itu dari iklan
Maka harus pinter jualan

Untuk menarik pembeli
Tak jarang bikin sensasi

Tayangkan berita cepat-cepat
Padahal belum tentu akurat

Bangga bila jadi yang pertama
Padahal isinya belum tentu bisa dipercaya

Nyiarkan polisi nangkap teroris
Beritanya bikin meringis

Nyiarkan gempa, di mana banyak duka
Jadi yang pertama, apa artinya?

Banyak pula dibikin sinetron
Aku heran kok banyak yang suka nonton

Isi ceritanya banyak mengada-ada
Tak sesuai kenyataan yang ada

Bila laris dipanjang-panjangkannonton tengah malam
Tentulah ‘tuk menangguk iklan

Sinetron religi ada dibuat
Malah isinya kebanyakan mistik

Bukannya menambah iman jadi kuat
Malah seperti mengajarkan syirik

Ada horor ada penampakan
Ada dewasa ada esek-esek

Bila tontonan tanpa tuntunan
Anak bangsa bisa jadi brengsek

Maka ada Komisi Penyiaran
Buat masyarakat melakukan pengawasan
-o0o-


11 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Apik tenan Kang🙂 puisi penak. Gampang dipahami..

Komentar oleh ariefmas

Setuju dengan komentator terdahulu…
Sajake gemblung tapi enak dirasakke.
Suegerrrr, ora mboseni, ora marakke mblenger.

Sukses terus buat Mas Nur…

Komentar oleh marsudiyanto

ada-ada saja.. Kang..
banyak sindiran dan kritik ya Kang?

Komentar oleh dan

mantab tenan kang

Komentar oleh sersan

salam kenal kang blog ayaran

Komentar oleh rudis

jos gandos Mas

karena sibuk berfesbuk
blognya nggak diapdet sampai buluk

Komentar oleh tomy

mantep mas….salam kenal….

Komentar oleh m4stono

wkakakwk jos gandos tenan puisinya, mantap, penuh ekspresi dan emosi.

Komentar oleh rumah pernikahan

puisinya oke, bikin ketawa sekaligus njotos, hwhw. mas aku menawarkan untuk bertukeran link, aku tunggu kunjungan baliknya ya:) makasih.

Komentar oleh gambang semarang

CAlon pujangga neh kayaknya..

Btw dapet salam dari pernikahan adat Indonesia.

Komentar oleh pernikahan adat

hidup itu payah semuanya itu slalu ditentuin ama takdir….!

Komentar oleh pramuka




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: