The Nurdayat Foundation


Cuplikan Sejarah Berdirinya Negeri Nga-Yogyakarta
Senin, 25 Oktober 2010, 2:58 pm
Filed under: Sejarah | Tag: , ,

oleh: Kawindrosusilo

Saat Sri Susuhunan Pakubuwana II bertahta di Kartasura, istana Kartasura diserang bangsa Tionghoa (Geger Pecinan-KN), sehingga banyak bangunan dan rumah yg terbakar, sehingga ia pindah ke Solo/Sala dan mulai membangun istana Surakarta pada th. 1739, yg dipimpin oleh Pangeran Mangkubumi, yaitu adalah adik Susuhunan Pakubuwana II. Kota segera diberi nama Surakarta Hadiningrat. Kanjeng Susuhunan Pakubuwana II mangkat pd th. 1749.

Tapi krn situasi sdg tidak tenteram, maka jenazah Kanjeng Susuhunan Pakubuwana II tidak dimakamkan di Pemakaman Imogiri sbgmn para raja lainnya, tapi di Lawean di dalam kota Solo.

Sebelum mangkat ia dipaksa oleh Kompeni utk menyerahkan kekuasaan. Selanjutnya yg ditunjuk menggantikan kedudukannya adalah putranya sendiri. Kompeni memang licik. Von Hohendorff Gubernur Kompeni di pantai utara me-‘wisuda’ putra Susuhunan PB II itu dg gelar Susuhunan Pakubuwana III.

Meski yg bertahta itu putra sendiri dr raja sebelumnya, tapi Kompeni menganggap bahwa yg ‘menobatkannya’ adalah Kompeni, shg ut balas budi Pakubuwana III diharuskan menandatangani Perjanjian2 yg berat, a.l: mengurangi tanah kedudukan Sukawati dari ayahandanya kpd Pangeran Mangkubumi. Patih Danureja tidak menyetujui keputusan itu, meminta kembalinya Bumi Sukawati kepada Pangeran Mangkubumi.

Suatu saat Pangeran Mangkubumi menghadap Susuhunan PB III. Saat pisowanan itu Pangeran Mangkubumi malah ‘dimarahi’ oleh Von Hohendorff, krn pendiriannya yg memperkuat pendapat Patih Danureja.

Pangeran Mangkubumi sedemikian tersinggung karenanya, lalu pulang ke Sukawati dg menghimpun kekuatan ut menentang Pakubuwana III, yg sesungguhnya hanya krn benci dg ulah campur-tangan Kompeni.

Setelah berakhirnya peperangan itu Pangeran Mangkubumi mendapatkan separoh Kraton Mataram, shg lalu membangun Negari Dalem Ngayogyakarta Hadiningrat dan menobatkan diri sbg raja dg gelar Ngarsa Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengkubuwana I pd th. 1755.

Sebelum selesai dlm membangun istana itu, ia berkenan ‘mesanggrah’ di Ambarketawang Gamping, sebelah barat kota. Sri Sultan Hamengkubuwana I bertahta hingga tahun 1792, dan setelah mangkatnya dimakamkan di Imogiri.

Selanjutnya yg menggantikan kedudukannya adalah Sri Sultan Hamengkubuwana II yg dinobatkan pd tgl 2 April 1792.

Saat Sultan HB I masih bertahta, putra beliau yg bernama Pangeran Natakusuma diangkat oleh pemerintah Inggris menjadi pangeran yg memperoleh kemerdekaan tetapi masih dalam lingkup pemerintahan Kasultanan.

Kanjeng Pangeran Natakusuma lalu bergelar Pangeran Adipati Pakualam dan berkedudukan di Pura Pakualaman. Sedangkan yg menjadi tanah perdikannya adalah wilayah Adikarta di sebelah barat Sungai Praga, di bawah pusat kota Wates. Sri Sultan Hamengkubuwana II selanjutnya digantikan kedudukannya oleh putra beliau, yg nanti bergelar Sri Sultan Hamengkubuwana III bertahta pd th. 1812-1814.

Selanjutnya yg menggantikan bertahta adalah putra beliau sendiri yg bergelar Sri Sultan Hamengkubuwana IV menduduki tahta pd th. 1814-1822, lalu digantikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana V bertahta th. 1822-1829.

Setelah 5 tahun Sri Sultan Hamengkubuwana V bertahta lalu digantikan kedudukannya, namun bukan dari putra beliau sendiri; yaitu Pangeran Mangkubumi, putra dari Sri Sultan Hamengkubuwana III, bergelar Sri Sultan Hamengkubuwana VI. Dari Sri Sultan Hamengkubuwana VI inilah selanjutnya berturun-temurun dari Sri Sultan HB VII, HB VIII, Sri Sultan HB IX hingga Sri Sultan HB X yg masih bertahta hingga kini.
***

diterjemahkan dari Cuplikan Sejarah Adeging Negari Ngayogyakarta , lembar Sastra dan Budaya majalah berbahasa Jawa Djaka Lodang no. 06 th. XXXV; Sabtu Paing, 9 Juni 2005; hal. 34.


2 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Matur suwun, informasinya, mugi-mugi sagetho tambah katah info-info silsilah gung nageri kasultanan ngayojokarto, dadoso sejarah sing menarik di filemke nggono jare, dari pada mung nonton film korean, jepang, taiwan. mbok ya ada yg buat skenario ceritane the first empirene mataram/kasunanan/kasultanan. keren ya!!!

Komentar oleh Kunarto

saya cari foto2 saat kraton jogja dibangun..dan tidak /belum ketemu ..karena menurut crita para sesepuh pembangunan Keraton Jogja dibangun drngan bantuan kerajaan Laut Kidul..klo mmg tidak ada fotonya crita itu mmg benar..maturnuwun Rahayu

Komentar oleh Cantrik Oyotsuket




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: