The Nurdayat Foundation


Awal Permulaan Mataram 10: Senapati Bertemu Nyai Rara Kidul
Minggu, 4 Desember 2011, 5:50 pm
Filed under: Sejarah

Alkisah menurut yang empunya cerita, di Laut Kidul ada yang menjadi ratu di sana, raja putri nan cantik jelita tanpa tanding. Seluruh jagad tak ada yang menyamai, namanya Rara Kidul. Ia menguasai seluruh makhluk halus di Jawa. Waktu itu Rara Kidul baru di dalam istana, istirahat di tempat tidur (kanthil) emas, berhiaskan intan, berlian dan batu mulia lainnya, dilayani para jin, setan, peri prahyangan.

Rara Kidul terkejut melihar geger-nya ikan di laut, serta panasnya air seperti direbus. Suara laut mengerikan. Rara Kidul bicara dalam hatinya, “Selama hidupku, aku belum pernah menyaksikan laut seperti ini. Kena apa ini? Apa kena gara-gara, apa karena matahari jatuh, atau akan ada kiamat?”

Nyai Rara Kidul lalu keluar, berdiri di atas air. Melihat dunia terang tidak ada apa-apa, hanya seorang sakti berdiri di pinggir samudra, mengheningkan cipta memohon kepada Allah. Nyai Rara berbicara sendiri, “Itu dia mungkin yang membuat huru-hara di samudra.” Ia lalu memperlihatkan diri pada Senapati.

Segera didekati, lalu menyembah, bersujud di kakinya, berkata dengan hormat, “Semoga berkenan menghilangkan sedih hati, agar hilang pula gara-gara ini, segera berbahagia seluruh isi laut yang rusak akibat kena gara-gara. Kasihanilah saya, sebab laut ini saya yang menjaga. Tentang permohonan kepada Allah sekarang sudah terkabul. Paduka dan anak-cucu akan menjadi raja di Mataram menguasai seluruh Jawa tanpa tanding. Jin, setan, peri-prahyangan di tanah Jawa juga dalam kuasa Paduka. Misalnya kelak mendapat musuh mereka akan membantu, serta taat atas segala perintah, sebab Paduka adalah cikal-bakal para raja di tanah Jawa.”

Senapati setelah mendengar kata-kata Nyai Rara, begitu gembira hatinya. Gara-gara pun lalu hilang. Ikan yang mati jadi hidup kembali.

Nyai Rara Kidul menyembah dengan gerakan menggoda dan pulang ke tengah samudra. Senapati sangat kasmaran padanya, lalu mengikuti berjalan di atas air seperti di darat.

Sesampainya di kedhaton laut, lalu bersama beristirahat di kanthil mas ditunggui jin, setan, peri-prahyangan. Senapati kagum melihat kedhaton Nyai Kidul, begitu indah. Semua bangunan terbuat dari emas dan selaka. Kerikil di halaman dari mirah-intan, tanaman hias di taman pun serba indah. Buah-buahan juga edi-peni, di daratan tak ada yang menyamai.

Senapati dalam pertemuan itu selalu berdekatan saja dengan Nyai Kidul, meski selalu meneguhkan hati, ingat jika lain jenis. Nyai Kidul juga menanggapi sikap Senapati tetapi selalu menggoda. Senapati tersenyum-senyum serta berkata kepada Rara Kidul, “Ni mas, saya ingin sekali melihat tempat tidurmu, seperti apa kemasannya?”
Nyi Kidul menjawab, “Marilah, tidak usah malu-malu, saya selalu menunggu, Paduka yang empunya.”

Tangan Senapati lalu digandeng dibawa masuk ke tempat tidur, istirahat bersama di situ. Senapati berkata lembut, “Ni mas, saya begitu kagum melihat tempat tidurmu. Seperti kisah di surga saja. Selama hidupku belum pernah melihat hiasan seperti ini. Sesuai dengan pemiliknya, dasarnya cantik pandai mengatur. Saya segan pulang ke Mataram, terpikat di sini. Tetapi ada kurangnya, hanya satu. Sayangnya tak ada orang laki-laki. Jika laki-laki yang tampan betapa baiknya.”
Jawab Nyai Rara Kidul, “Biarlah sendirian, jadi ratu putri saja. Semau-maunya tak ada yang memerintah.”
Senapati tersenyum serta berkata, “Ni mas, berilah aku obat, aku sangat tergila-gila atas kecantikanmu.”
Rara Kidul menjawab dengan kerlingan mata yang menggoda, “Saya tidak bisa memberi obat, saya bukan seorang dukun. Paduka raja agung, tidak kurang perempuan yang melebihi saya.”

Hati Senapati seperti dibombong. Rara Kidul lalu digendong untuk menyampaikan kehendaknya.


2 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Mantap bisa di jadikan renungan…

Komentar oleh Quest

konyol

Komentar oleh jet




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: