The Nurdayat Foundation


Awal Permulaan Mataram 04: Ramalan Sunan Giri
Sabtu, 2 Juli 2011, 5:36 pm
Filed under: Sejarah | Tag: ,

Pada suatu ketika diceritakan Sultan Pajang datang ke Giri beserta seluruh kelompoknya, Ki Ageng Mataram juga ikut. Waktu itu para Bupati di Bang Wetan lengkap semua hadir di situ. Dari Japan, Wirasaba, Kediri, Surabaya, Pasuruhan, Madura, Sedayu, Lasem, Tuban, Pati. Semua membuat pesanggrahan di situ.

Pada suatu hari Sunan Parapen keluar siniwaka. Sultan Pajang serta para bupati duduk berjajar. Pengikutnya duduk di belakang gustinya masing-masing. Sultan lalu diperintahkan duduk dekat dengan sang Ulama serta diwisuda menjadi Sultan di Pajang bergelar Sultan Prabu Adiwijaya. Waktu itu diberi sengkalan tahun 1503 S (1581 M?-peny.) Baca lebih lanjut



Awal Permulaan Mataram 03: Ngabehi Loring Pasar Menikahi Gadis dari Kalinyamat
Senin, 27 Juni 2011, 4:08 pm
Filed under: Sejarah

Setelah sekian waktu lamanya, putra Ki Ageng Mataram yang bernama Ngabehi Loring Pasar mencintai gadis simpanan Sultan Pajang dari Kalinyamat yang dulu dititipkan kepada Ki Ageng Mataram. Perintah Sultan Pajang kelak jika gadis itu sudah akil-balig, supaya diserahkan ke Kanjeng Sultan. Sekarang sudah dewasa, tetapi lalu dicintai oleh putra Ki Ageng Mataram itu. Maka Ki Ageng sangat cemas, tidak urung akan kena marah besar dari Sultan Pajang. Baca lebih lanjut



Awal Permulaan Mataram 02: Dawegan dari Ki Ageng Giring
Selasa, 7 Juni 2011, 3:21 pm
Filed under: Sejarah

Mataram tanahnya rata, banyak air, buah-buahan, pala gumantung, pala kapendhem, pala kesimpar, hasil buah yang bergantung, di dalam tanah, dan sejenis buah di atas tanah.

Segala tanaman bisa hidup subur. Segala macam binatang di air, dan di daratan juga banyak. Banyak sumber air yang sangat jernih. Orang berjualan juga banyak. Ada yang lalu membuat rumah di situ. Ki Pamanahan sudah ganti nama Ki Ageng Mataram, serta berbahagia beserta seluruh keluarga dan seluruh kerabatnya.

Ki Ageng sangat tinggi tirakatnya, deras doanya. Sebab ia tahu ramalan Sunan Giri, bahwa di Mataram kelak akan ada raja besar yang menguasai tanah Jawa seluruhnya. Dalam batin Ki Ageng Mataram berharap jika benar ramalan tadi, jangan sampai bukan dari keturunannya. Maka dari itu Ki Ageng Mataram tidak berhenti berziarah ke hutan dan gunung. Baca lebih lanjut



Awal Permulaan Mataram 01: Mulai Membuka Mataram
Selasa, 24 Mei 2011, 12:48 pm
Filed under: Sejarah | Tag: ,

Sudah sekian waktu lamanya, Kanjeng Sultan keluar pada pisowanan, tetapi tak pernah berbicara tentang tanah Mataram. Ki Pamanahan sangat berharap segera menerima ganjaran bumi Mataram. Ki Juru Martani selalu memberi nasihat untuk bersabar, sebab tak ada adat raja berdusta dalam kata-katanya. Tetapi Pamanahan sudah malu di mata banyak orang, serta sangat sakit hatinya terhadap Kanjeng Sultan karena dibohongi.

Pada suatu hari Ki Pamanahan pergi dari negeri, tinggal di desa Kembang Lampir, bertapa di situ. Setelah beberapa waktu lamanya, Sunan Kalijaga datang di desa Kembang Lampir mengunjungi Ki Pamanahan. Ki Pamanahan segera bersujud pada kaki sang Ulama.  Ketika semua sudah duduk, Sunan berkata, “Mengapa engkau berada di sini, meninggalkan Sultan Pajang?” Ki Pamanahan menjawab, “Sunan, orang bijaksana! Sebelum saya mengatakan alasan mengapa saya tinggal di sini, pasti Sunan sudah tahu sebabnya.”

Sunan tersenyum lalu berkata, “Ya, saya sudah tahu maksud tujuanmu.  Jangan sedih. Ayo ikutlah aku, saya pertemukan dengan Sultan Pajang. Berhubung kalian berdua satu perguruan, saya wajib mendamaikan agar perdamaian tetap rukun, tidak ada yang berbeda pendapat.”

Baca lebih lanjut



Jaka Tingkir 14: Ganjaran untuk Pamanahan dan Panjawi
Senin, 23 Mei 2011, 3:13 pm
Filed under: Sejarah | Tag: , , ,

Berkatalah Sultan Pajang kepada Ki Pamanahan, “Kakang Pamanahan dan Panjawi berdua, saya ucapkan terima kasih. Tentang ganjaran Pati dan Mataram, supaya dibagi sendiri. Berhubung Ki Pamanahan lebih tua, saya persilakan memilih yang disenangi.”

Ki Pamanahan menjawab, “Berhubung saya lebih tua, pantaslah saya mengalah. Saya memilih yang masih berupa hutan saja, biarlah Panjawi yang lebih muda menerima Pati yang sudah menjadi kota serta sudah ramai banyak orangnya.” Baca lebih lanjut



Jaka Tingkir 13: Takluknya Pasukan Jipang
Jumat, 20 Mei 2011, 6:33 pm
Filed under: Sejarah | Tag: ,

Lalu pasukan Jipang datang lengkap dengan senjatanya, begitu besar jumlahnya. Mereka berhenti di pinggir bengawan. Pasukan mendengar kabar bahwa gusti sesembahan dan patihnya sudah gugur. Raden Ngabehi segera berkata sambil melambaikan tangannya dari pinggir bengawan, “He, orang Jipang ketahuilah bahwa Arya Penangsang dan Mataun sudah tewas. Lihat inilah kepalanya saya pancangkan di sini. Apakah yang akan kalian rebut? Lebih baik menyerahlah, tunduk padaku, sebab kalian itu cuma orang kecil. Tentu tidak tahu apa-apa. Kalau Ki Mataun layak bela-pati sebab ikut mukti pada atasannya.” Baca lebih lanjut



Sejarah Penemuan Bahan Karet: Perjuangan Charles Goodyear
Minggu, 15 Mei 2011, 9:24 pm
Filed under: Penemuan

Charles Goodyear adalah seorang warganegara Amerika kelahiran Philadelphia yang telah berhasil mengolah getah karet menjadi benda yang amat penting bagi setiap kendaraan. Pengendara sepeda, pengemudi becak, pemilik mobil atau pilot pesawat terbang sudah selayaknya mengucapkan terimakasih atas jasa-jasanya yang amat besar. Ia mengolah kami dari kepingan-kepingan karet hingga menjadi benda yang amat berguna. Begini cerita Kami getah karet: Baca lebih lanjut