The Nurdayat Foundation


Evolusi Sistem Politik Lokal Propinsi Yogyakarta (2): Kami Masih Mendua, Bantulah Kami
Selasa, 25 November 2008, 8:26 pm
Filed under: Yogyakarta | Tag: , ,

Yogya MenduaMengapa harus tetap istimewa? Siapa yang merasa butuh dan berkepentingan dgn ‘keistimewaan’ itu? Siapa? Siapa saja? Dapat apa dia -atau mereka- itu dari ‘keistimewaan’ ini  ?

Ya..ya..ya… “Siapa dapat apa” akhirnya memang harus ditanyakan, apalagi ini adalah suatu masalah politik. Siapa, dapat apa? .. Tapi, tunggu dulu.. Sabar.., sabar… Jangan beruntun dan bertubi-dulu dulu memberikan pertanyaan. Nanti akan kita jawab satu per satu, meski masih dalam spekulasi. Penyelidikan kritis untuk menjawab rangkaian pertanyaan ini memang harus dilakukan, namun harus cermat, teliti dan hati-hati. Hasilnya pun harus disampaikan dengan cara yang bijaksana pula.

Baca lebih lanjut



Evolusi Sistem Politik Lokal Propinsi Yogyakarta : Mengapa Propinsi Yogyakarta Harus Tetap Istimewa dan Lalu Bagaimana Caranya (1)
Rabu, 19 November 2008, 11:42 am
Filed under: Yogyakarta | Tag: ,

Lambang Propinsi YogyakartaPosting berikut ini hanyalah tulisan dari saya seorang awam rakyat penduduk Yogyakarta kawula Mataram yang ingin turut memberi wacana yang lebih bersifat “menyusun pertanyaan” dalam proses menuju dan menunggu ditetapkannya Undang-undang Keistimewaan bagi Yogyakarta dalam kedudukannya sebagai Propinsi di dalam wilayah NKRI ini nanti (3 tahun masa transisi). Karena keawamannya itu, maka mohon dimaklumi keterbatasannya dalam segala aspeknya. Justru bagi Anda semua yang lebih tahu dan paham, dalam informasi maupun wawasan terkait ini; serta menguasai ilmu terkait; mohon untuk menyumbangkan tanggapan pemikirannya terkait topik ini. Semoga upaya ini ada manfaatnya, paling tidak dalam kerangka pembelajaran demokrasi kita; dalam sikap maupun prosedur yang siap kita jalani.

Tulisan ini akan panjang karena topiknya yang memang berat dan luas aspeknya, maka akan dibagi menjadi beberapa posting. Akan didapati banyak hal yang di sini tetap masih berupa pertanyaan, dan jawabannya pun masih spekulatif. Ini adalah karena keawaman itu. Maka seiring waktu, kesalahan-kesalahan statement awal harus diterima dulu; sebelum kita dapatkan perumusan yang lebih baik dan benar. Beberapa editing posting dapat saja akan kita lakukan bila menerima masukan dari pembaca yang mengkoreksi. Mohon pembaca untuk menanggapi dengan dilandasi rasa tanggung jawab.

Lebih dari itu, dikarenakan menyadari keterbatasan saya penulis, maka tulisan ini saya maksudkan sekalian sebagai semacam membuka Forum Diskusi bagi pembaca semua. ‘Otoritas’ saya sebagai pemilik blog ini tidak saya utamakan, namun saya lebih menempatkan dan menyiapkan diri sebagai seorang murid yang berperan sebagai moderator yang akan ‘menerima kedatangan para guru’. Silakan berkomentar.

Bagi Anda yang belum pernah mendapatkan dan membaca draft RUUK DIY versi terakhir usulan Pemerintah c.q. Menteri Dalam Negeri – Sekretariat Negara yang telah disampaikan ke DPR, KLIKLAH DULU DI SINI. (file pdf)

Baca lebih lanjut



KAMPOENG RAMADHAN JOGOKARIYAN 2008
Sabtu, 27 September 2008, 4:16 pm
Filed under: Budaya Islam | Tag: ,

Kampoeng Ramadhan Jogokariyan 2008



Seratus Tahun “Boedi Oetomo”
Selasa, 20 Mei 2008, 12:00 am
Filed under: Yogyakarta | Tag: , ,

  Seratus Tahun

 “Boedi Oetomo”

                

              Organisasi Pemuda

                Bangsa Indonesia

        ( 20 Mei 1908 – 20 Mei 2008 )

 

 

Baca lebih lanjut



Enam (6) Hal yang Mohon Menjadi Pertimbangan (atas Saran saya Wong Ndeso) Sebelum Menetapkan Sri Sultan HB X Menjadi Calon Presiden:
Rabu, 30 April 2008, 12:00 am
Filed under: Yogyakarta | Tag: ,

Saya ragu apakah di Pilpres 2009 nanti (bila masih diberi Tuhan hidup) akan menggunakan hak pilih saya. Hingga kini belum ada calon yang saya anggap cocok serta meyakinkan. Semoga saja bila saatnya tiba nanti, perbandingan profil dari para kandidat yang muncul itu menjadi lebih jelas; sehingga sebagai warga negara yang baik saya akan datang ke TPS dgn kemantapan untuk ikut menunaikan dan memberikan hak suara saya.

… Jujur, hingga kini saya memang justru menjadi heran bila disebutkan bahwa Sri Sultan HB X menduduki peringkat teratas atau terkuat dari hasil2 polling atau survey. Saya berpikir, apa sih keistimewaan Ngarso Dalem Sri Sultan HB X itu? Apa sih yang ada di benak orang2 yg disurvey atau di-polling itu; ttg performance kepemimpinan Sri Sultan HB X? Lha wong saya sebagai wong ndeso Yogya saja hanya menganggap Sri Sultan HB X itu sbg pemimpin yg biasa2 saja kok? Wah, ini sungguh aneh. Memang begitulah saya berpikir.

Perlu dan mohon diketahui oleh semuanya ya, … kalaulah Yogyakarta itu disebut Istimewa; maka yg istimewa itu adalah budayanya atau bahkan mungkin adalah rakyatnya itu sendiri ! Apakah kalian pikir yang istimewa itu adalah Sultan-nya, yang sekarang?

Baca lebih lanjut



Perjalanan Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan:
Minggu, 27 April 2008, 5:29 pm
Filed under: Yogyakarta | Tag: ,

Tulisan berikut ini adalah tulisan dari seorang sepuh mantan pejabat tinggi di PemDa DIY yang memberikan gambaran tentang kondisi pendidikan (atau budaya pemondokan mahasiswa?) di Yogyakarta sejak awal kemerdekaan hingga perbandingannya dengan perkembangan terkini.

Baca lebih lanjut



Sengkarut Perebutan Kekuasaan Cucu-cucu Sultan Agung di Mataram
Sabtu, 26 April 2008, 10:47 am
Filed under: Yogyakarta | Tag: ,

Dalam sejarah tanah air kita, banyak para raja dan kaum bangsawan menjadi tokoh perlawanan terhadap kaum penjajah. Hal ini tentulah sesuatu yang wajar. Kekuatan asing yang datang menyerbu juga mengancam secara langsung kekuasaan para raja sendiri. Namun sebagai rakyat jelata (dan mungkin keturunan rakyat jelata sejak dulu pula, meski simbah kita merasa bangga kalau punya riwayat yang dihubungkan dengan silsilah keluarga kraton), kita dapat bertanya sejauh manakah sesungguhnya peran keluarga raja-raja dan para bangsawan itu dalam pertahanan dan ketahanan bangsa menghadapi penjajah. Benarkah mereka itu adalah para patriot pelindung rakyat bumi pertiwi dari cengkeraman bangsa asing? Ataukah justru mereka adalah orang atau kelompok kelas yang merasa berhak untuk menguasai rakyat bumi pertiwi ini, lalu mereka berebutan kuasa sendiri di antara sesama bangsawan kalangan kerabat raja itu? Dan (karena itu) sesungguhnya kenyataannya mereka mengorbankan kepentingan rakyat bumi pertiwi hanya untuk saling berebut bagian isi piring kekuasaan? Baca lebih lanjut